SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Remaja masjid dan GenZI (Remaja GenZI) Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur mengadakan pelatihan "Manajemen Masjid Berbasis Digital" yang diikuti oleh 70 orang takmir masjid. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan manajerial dalam era digital. Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS, KHM Sudjak, dalam sambutannya mengungkapkan tantangan nyata yang dihadapi oleh para takmir masjid pada masa kini. Ia menyatakan bahwa digitalisasi dalam pengelolaan masjid merupakan kebutuhan yang mendesak, meskipun tetap harus berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan karakteristik masjid itu sendiri. Pada pelatihan yang dihadiri oleh Wakil Ketua DMI Jawa Timur, H. Khoirul Rozikin, serta sejumlah petinggi lainnya, ia menjelaskan bahwa proses digitalisasi telah merambah berbagai aspek, termasuk dalam pelaksanaan khutbah Jumat dan pembayaran zakat. Keberadaan teknologi memungkinkan jamaah untuk mengikuti khutbah meskipun tidak dapat hadir secara fisik. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi jamaah yang mungkin terhalang oleh berbagai alasan, seperti kesibukan atau keadaan kesehatan. KHM Sudjak menambahkan, dengan digitalisasi, jamaah yang tidak dapat hadir di masjid juga berpeluang untuk mendengarkan khutbah yang disiarkan secara daring. Namun, ia juga mengingatkan para khotib agar tetap menghadirkan inovasi dan variasi tema khutbah dari satu masjid ke masjid lainnya. Hal ini penting untuk menggugah perhatian jamaah agar terus aktif. Pelatihan juga menghadirkan narasumber dari Bank Jatim Syariah yang mengedukasi peserta mengenai pembayaran zakat dan infak secara digital melalui sistem *QRIS*. Sekretaris BPP MAS, H. Helmy M Noor, menekankan pentingnya program-program yang menarik bagi Generasi Z Islami (GenZI) dalam era digital saat ini. Satu di antara inisiatif yang dilakukan adalah menggelar Majelis Subuh GenZI setiap bulan, yang menyertakan shalat subuh berjamaah, khotmil Quran, istighatsah, dan tausiyah yang diperuntukkan bagi anak-anak muda. Lebih jauh, ia menerangkan bahwa tausiyah yang disajikan juga harus relevan dan menarik bagi GenZI dengan menggunakan ustadz yang memiliki daya tarik bagi kalangan muda. Keberhasilan dalam menarik perhatian anak-anak muda dapat dilihat dari tingginya partisipasi mereka dalam kegiatan seperti Qiyamul Lail di bulan Ramadan yang diadakan di MAS. H. Helmy menyebutkan bahwa Masjid Al Akbar Surabaya berupaya untuk menarik minat anak muda agar tidak hanya berkumpul di tempat-tempat lain seperti kafe, melainkan juga aktif di masjid. Melalui gerakan "Masjid Ramah GenZI," mereka berupaya agar meskipun tetap melibatkan jamaah dewasa, masjid juga bisa menjadi tempat yang nyaman bagi generasi muda. Ia menambahkan bahwa penting untuk merangkul Generasi Z ini demi masa depan bangsa, mengingat jumlah mereka saat ini mencapai 26 persen dan diperkirakan akan meningkat menjadi 65 persen pada tahun 2035. Dengan tidak mengintegrasikan mereka ke dalam kegiatan keagamaan, masa depan kepemimpinan negara dapat terancam. Pada kesempatan yang sama, Ketua Remaja Masjid dan GenZI MAS, M Maula Azka, menegaskan bahwa MAS memiliki komitmen untuk membekali takmir masjid dan pengurus di Jawa Timur dengan pemahaman tentang manajemen digital. Pelatihan yang berlangsung dari 30 hingga 31 Agustus 2024 ini merupakan yang pertama dari lima angkatan yang direncanakan untuk membantu persiapan takmir menghadapi era digital. Salah satu peserta dari Masjid An-Nur, Krembung, Sidoarjo, Imroatul Firda Febrianti, menyampaikan rasa syukurnya karena mendapatkan tambahan pengetahuan dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pihaknya merasa beruntung bisa berkolaborasi dengan Masjid Al Akbar yang merupakan masjid maju, meskipun Masjid An-Nur berada di daerah pelosok. Imroatul menegaskan bahwa mereka berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan masjid dengan menerapkan pembayaran infak melalui *QRIS* dan berupaya agar kegiatan pengajian dapat dipublikasikan melalui media sosial. ANTARA