TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Salah satu lomba yang selalu ditunggu dan menarik untuk disaksikan oleh masyarakat pada setiap pagelaran Festival Budaya Nansarunai Jajaka di Kabupaten Barito Timur, adalah Lomba Neweng.

Lomba ini memiliki keunikan karena memuat pesan lestari hutan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran akan arti penting kelestarian hutan di tengah kehidupan manusia.

Koordinator Lomba Neweng Supawardani A Batur, menjelaskan, Lomba Neweng bertujuan untuk memperagakan salah satu bentuk pemanfaatan hutan secara tradisional di kalangan masyarakat Dayak dengan menggunakan wadiung atau beliung sekaligus memberikan tontonan yang menarik.

"Lomba Neweng terdiri dari 3 tahapan yaitu Maneweng atau menebang, Manetek atau memotong dan Manuhi atau membela," terangnya di sela perlombaan, Jumat, 30 Agustus 2024.

Lomba Neweng yang diadakan di RTH Taman Nansarunai Tamiang Layang itu diikuti oleh perwakilan dari 8 kecamatan.

Lomba ini memiliki keunikan karena peralatan yang digunakan berupa wadiung atau baliung merupakan jenis alat potong tradisional mirip kapak yang digunakan sejak zaman batu.

Meski demikian, keamanan tetap menjadi prioritas dalam lomba ini. Setiap peserta diwajibkan memperhatikan jarak dengan peserta lain serta menggunakan alat dengan penuh kewaspadaan.

--page

"Dalam lomba ini peserta menebang satu kali, memotong satu kali dengan mendapatkan dua potongan kayu. Setelah itu, potongan kayu dibelah menjadi delapan bagian sehingga menghasilkan enam belas bilah," papar Dani terkait syarat lomba.

Dani berharap melalui Lomba Neweng, kebudayaan masyarakat Dayak di Barito Timur dapat dilestarikan dan menjadi antraksi menarik yang dapat ditonton oleh banyak orang. (BOLE MALO/R)