BORNEONEWS, Palangka Raya - Polres Palangka Raya mencatat ada tiga nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ramadniya Telabang 2016 yang berlangsung 16 hari sejak 30 Juni lalu. Jumlah ini tercatat sampai pada Senin (11/7/2016).

Mereka yang tewas merupakan bagian dari empat kasus kecelakaan yang terjadi di Kota Cantik. Sedangkan luka berat ada lima orang.  Untuk total kerugian materil dari empat kasus itu yakni sekitar Rp 39 juta. Belum diketahui perbedaan jumlahnya dengan operasi tahun lalu.

"Ini belum selesai, jadi belum tahu perbandingannya. Tapi sepertinya itu menurun. Kita juga ada surat dari Dirlantas bahwa secara umum kasus kecelakaan menurun," kata Kapolres AKBP Lili Warli didampingi Kabag Ops Kompol Agus Dwi Suryanto kepada wartawan, Selasa (12/7/2016).

Dia menuturkan, mereka yang mengalami kecelakaan merupakan pengendara roda dua dan empat. Selain itu, pihaknya juga memantau pergerakan arus mudik dan balik. Namun pihaknya hanya mendata dua jalur yakni udara melalui bandara Tjilik Riwut dan darat lewat bus antar kota dan provinsi.

Untuk jalur udara, jumlah warga yang mudik tercatat 15.600 penumpang. Sedangkan melalui jalur darat menggunakan bus, sebanyak 2.622 penumpang. Sementara arus balik melalui jalur udara yakni 9.796 penumpang dan 1.893 penumpang tercatat menggunakan bus.

“Arus mudik mulai terjadi peningkatan sejak H-5. Puncaknya H-2. Untuk arus balik sendiri puncaknya pada H+3. Dan sekarang sudah berangsur normal,” tuntas kapolres sembari menambahkan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Palangka Raya selama operasi tersebut berlangsung juga cukup kondusif. (BUDI YULIANTO)