PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Ruhut Poltak Sitompul, yang menjabat sebagai fungsionaris di DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menegaskan pentingnya semua kader partai mengikuti arahan yang telah ditetapkan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ia mengingatkan bahwa setiap kader yang melanggar ketentuan harus siap menerima sanksi yang tegas. Dalam kesempatan yang berlangsung di Palangka Raya, Ruhut menekankan bahwa sesuai instruksi dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, memenangkan pasangan calon yang diusung oleh DPP merupakan tugas utama para kader. "Apabila ada kader yang melanggar, mereka akan diberikan sanksi yang sesuai," ujarnya pada acara yang diadakan untuk mengawal Pilkada Kalteng 2024 tersebut. Politisi berpengalaman ini tidak hanya mengingatkan pentingnya konsistensi dalam mendukung pasangan calon PDIP, tetapi juga mendorong para kader untuk tidak bermain "dua kaki" dalam politik. Ia menegaskan bahwa kehadiran kader yang tidak setia dapat merugikan partai serta kandidat yang diusung. "Kami harus memastikan bahwa mesin partai bergerak secara maksimal untuk memenangkan calon yang kami percayakan. Jika ada pelanggaran, partai akan mengambil tindakan tegas," lanjutnya. Kunjungan Ruhut ke Palangka Raya ini bukan hanya untuk mengawasi jalannya Pilkada, tetapi juga untuk mendukung pasangan calon Nadalsyah dan Supian Hadi (SHD). Nadalsyah merupakan kolega lama dari Partai Demokrat, sementara SHD adalah kader PDIP yang memiliki rekam jejak yang kuat, setelah menjabat sebagai Bupati Kotawaringin Timur selama dua periode, antara 2010 hingga 2020. Ruhut Poltak Sitompul, yang sebelumnya juga dikenal sebagai pemain sinetron, berkomitmen untuk bekerja sama dengan Nadalsyah dan SHD dalam upaya memenangkan Pilkada Kalteng tahun ini. Di sisi lain, calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng yang bersaing dalam Pilkada ini antara lain pasangan Abdul Razak dan Sri Suwanto yang diusung oleh Partai Golkar dan Partai Perindo dengan total sembilan kursi. Ada pula pasangan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo yang didukung oleh Partai Gerindra, PAN dan PKS dengan total sebelas kursi. Pasangan terakhir, Willy M. Yoseph dan Habib Said Ismail, diusung oleh Partai NasDem dan PKB dengan total sembilan kursi. Keempat pasangan calon tersebut telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng dan kini menunggu penetapan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada 2024 mendatang. ANTARA