**Borneonews - Kudus**, Kepolisian Resor Kudus di Jawa Tengah terpaksa mengambil tindakan tegas dengan membubarkan ratusan pemuda yang hadir mengenakan kostum unik di restoran Mie Gacoan. Insiden ini terjadi pada dini hari Jumat, 30 Agustus, dan diwarnai oleh sejumlah kostum yang bisa mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.
Wakil Kepala Polres Kudus, Kompol Satya Adi Nugraha, menjelaskan bahwa sekitar 200 pemuda tersebut mengenakan ragam kostum yang aneh dan tidak biasa. Beberapa dari mereka bahkan menggunakan celana dalam untuk mengekspresikan diri sebagai makhluk kota tuyul, sementara yang lainnya berpakaian seperti pocong, petani, nelayan, dan bahkan orang yang terkesan gila. Hal ini jelas mengganggu kenyamanan konsumen yang datang untuk menikmati makanan di restoran tersebut.
Kehadiran kelompok ini tergolong mendadak dan tanpa komunikasi sebelumnya dengan pengelola restoran. Oleh karena itu, kostum-kostum yang dikenakan para pemuda menciptakan ketidaknyamanan bagi pengunjung lainnya. Pemilik restoran kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat untuk meminta penanganan.
Ketika polisi tiba di lokasi, pada pukul 01.00 WIB, mereka menemukan situasi yang padat dengan kehadiran para pemuda berkostum yang sudah mengambil tempat duduk di dalam serta di luar restoran. Beberapa di antaranya terlihat sedang mengambil foto dan video, diduga untuk keperluan konten media sosial. Hal ini mengindikasikan adanya fenomena serupa yang mungkin berlaku di daerah lain.
Berdasarkan informasi dari para pemuda tersebut, kegiatan kumpul-kumpul ini diketahui melalui platform media sosial seperti WhatsApp dan Facebook. Mereka tampaknya berusaha untuk viral dengan berpenampilan unik, demi mendapatkan video yang menunjukkan kerumunan tersebut yang kemudian akan diunggah di media sosial.
Namun, karena suasana menjadi meresahkan dan mengganggu ketenangan pengunjung lain, polisi pada akhirnya memutuskan untuk membubarkan mereka. Sebagian besar pemuda yang terlibat merupakan pelajar, sehingga pihak kepolisian merasa penting untuk memberikan edukasi mengenai dampak dari tindakan mereka, terutama dengan adanya kewajiban untuk pergi ke sekolah di pagi hari.
Kapolsek Kota, Iptu Subkhan, menambahkan bahwa beberapa kostum yang digunakan pemuda-pemuda tersebut menimbulkan reaksi ketakutan di antara pengunjung, bahkan menyebut ada yang mengenakan celana pendek dan kostum yang dapat dianggap tidak sopan. Akibat kekacauan ini, pihak pengelola Mie Gacoan di Kudus memutuskan untuk menghentikan sementara transaksi.
Pihak kepolisian menghargai hak setiap individu untuk berekspresi, namun hal itu harus tetap dalam batas yang tidak mengganggu ketertiban umum. Membuat keributan di malam hari yang berpotensi meresahkan masyarakat jelas melanggar aturan yang ada. Oleh karena itu, mereka mengimbau kepada seluruh pihak untuk mengekspresikan diri dengan cara yang sesuai dengan norma dan tidak mengganggu ketertiban di lingkungan publik.
ANTARA
Polisi Bubarkan Kerumunan Pemuda Berkostum Unik di Restoran
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Komentar (0)
Memuat komentar…







