MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk menjaga keindahan pemandangan sepanjang jalan alternatif, atau *bypass*, yang menghubungkan Bandara Internasional Lombok (BIL) dengan Sirkuit Mandalika. Dalam upaya ini, pemerintah memastikan bahwa kawasan tersebut tetap hijau, berkat sejumlah tanaman pepohonan tembakau yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Taufieq Hidayat, pada kesempatan press conference di Mataram menyatakan, "Kami memastikan pemandangan di kanan dan kiri jalan akan tetap hijau karena saat ini tanaman tembakau masyarakat belum memasuki masa panen." Pernyataan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap estetika lingkungan, terutama menjelang berbagai acara akbar yang melibatkan Sirkuit Mandalika. Taufieq menjelaskan bahwa hamparan tanaman hijau tidak hanya dapat dilihat dari Bandara Internasional Lombok menuju Sirkuit Mandalika. Namun, pemandangan serupa juga terlihat jelas dari Kota Mataram hingga lokasi sirkuit. Menurutnya, agar pemandangan tetap terjaga, pemerintah telah meminta petani untuk menunda masa panen ketika tanaman tembakau telah mendekati waktu panen. Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB melaporkan bahwa sekitar 80 persen dari tanaman yang tumbuh di kawasan tersebut adalah pohon tembakau. Sisanya terdiri dari tanaman padi, jagung, perdu, serta pohon kelapa, yang masing-masing menyumbang sekitar 5 persen. Tak hanya itu, rerumputan juga menyebar di area tersebut. Sebagai insentif kepada petani yang bersedia menunda panen, Taufieq menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan sarana produksi pertanian, termasuk pupuk dan bibit. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan tampilan jalur bypass tetap menarik dan asri selama periode penting. Saat ini, Nusa Tenggara Barat berada dalam fase puncak musim kemarau, yang membuat beberapa area tampak menguning. Taufieq berharap pada bulan September 2024, hujan ringan dapat turun setidaknya tiga kali. Ia optimis bahwa curah hujan tersebut akan mengembalikan warna hijau pada perbukitan yang terhampar di sepanjang jalan alternatif dalam waktu satu hingga dua pekan setelah hujan. "Kami berharap suasana sepanjang jalan *bypass* dapat tetap hijau sehingga pengunjung mendapatkan pengalaman yang berbeda. Tanaman yang kami tanam di median jalan, termasuk pohon kurma, juga akan kami rawat dengan baik selama pelaksanaan MotoGP berlangsung," paparnya menutup pernyataan. ANTARA