**Borneonews - Jakarta**, Badan Pangan dan Pertanian Dunia (*Food and Agriculture Organization*, FAO) memberikan pujian terhadap program Makanan Bergizi Gratis yang diprakarsai oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, inisiatif ini dianggap sangat menjanjikan untuk masa depan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, menyerahkan Medali Agricola, yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang pangan secara global, kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Sulaiman menyebutkan bahwa Direktur Jenderal FAO menunjukkan apresiasi terhadap potensi signifikan yang dimiliki Indonesia. Dia juga percaya bahwa negara ini akan terus mengalami kemajuan di berbagai sektor. Lebih lanjut, Sulaiman menyampaikan bahwa FAO tidak memberikan rekomendasi atau masukan terkait program tersebut, yang direncanakan akan secara resmi diluncurkan pada 2 Januari tahun depan oleh pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Menteri Pertanian ini menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mendukung pengembangan sub-sektor pertanian yang berkontribusi pada produksi pangan, seperti hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan, untuk memastikan keberhasilan program Makanan Bergizi Gratis. Sebelumnya, Sulaiman juga telah menyatakan kesiapan kementeriannya untuk memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan program tersebut, yang ditujukan kepada anak-anak sekolah, perempuan hamil dan menyusui, serta balita. Ia menjelaskan bahwa kementerian akan melaksanakan langkah-langkah guna meningkatkan produksi daging sapi dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar untuk memajukan pengolahan hulu ke hilir. Dalam kesempatan itu, Sulaiman juga menekankan pentingnya melibatkan pelaku bisnis untuk mempercepat implementasi program inovatif yang direncanakan oleh presiden terpilih. Namun, ia berharap kementeriannya mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp68 triliun (setara dengan US$4,3 miliar) untuk membiayai upaya peningkatan produksi pangan Indonesia pada tahun depan, termasuk rencana pembukaan 1 juta hektare lahan sawah. ANTARA