JAKARTA –
**Borneonews - Jenin**, Tentara Israel melanjutkan operasi militer di Kota Jenin dan kamp pengungsi yang terletak di bagian utara Tepi Barat, yang kini sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Setelah serangan yang dimulai pada hari Jumat, situasi di area tersebut semakin memburuk. Para saksi mata melaporkan bahwa serangan tentara Israel telah meluas, mencakup serbuan ke kamp pengungsi, kawasan timur, serta daerah Zababdeh. Dalam operasi ini, pasukan Israel terlihat mengepung kawasan perumahan, melakukan penggeledahan, dan melakukan interogasi terhadap berbagai warga sipil di lokasi tersebut. Kondisi keamanan di Jenin semakin tegang, dengan sejumlah saksi melaporkan suara ledakan serta baku tembak yang terdengar secara sporadis di beberapa titik. Untuk mendukung operasi ini, Israel mengerahkan bala bantuan pasukan tambahan yang memicu bentrokan intens dengan warga Palestina yang mencoba mempertahankan diri. Lebih jauh, para saksi melaporkan bahwa buldoser militer Israel turut terlibat dalam aksi penghancuran infrastruktur dan kendaraan di kota serta kamp pengungsi tersebut. Di Zababdeh, seorang warga bernama Ahmed Turkman mengungkapkan kepada Anadolu bahwa pasukan Israel memasuki kawasan itu, menembaki kelompok pemuda dan membakar sebuah kendaraan yang milik warga Palestina. Setelah tentara Israel meninggalkan lokasi, terdapat bercak darah yang terlihat di tanah sebagai indikasi bahwa peristiwa kekerasan baru saja terjadi. Sementara itu, di Tulkarem, sumber yang dapat dipercaya menyatakan bahwa tentara Israel mundur dari area tersebut pada malam Kamis setelah menjalankan serangan selama lebih dari dua hari. Operasi yang berlangsung ini menyebabkan jumlah korban termasuk empat orang yang meninggal, serta sejumlah orang lainnya yang mengalami luka-luka, disertai kerusakan parah pada infrastruktur di tempat tersebut. Lebih jauh lagi, pada hari Rabu, serangan Israel dikabarkan menjadi yang terbesar sejak tahun 2002, mencakup Kota Tulkarem, Jenin, serta kamp pengungsi Al Fara yang terletak dekat Tubas, yang mengakibatkan 16 warga Palestina kehilangan nyawa. Tentara Israel dikenal menarik mundur pasukan dari kamp Al Fara pada pagi hari Kamis setelah operasi yang memakan waktu sekitar 30 jam. Ketegangan semakin meningkat di wilayah Tepi Barat yang diduduki, ditengah serangan Israel yang brutal di Jalur Gaza yang telah menyebabkan lebih dari 40.600 warga Palestina terbunuh. Sebagian besar dari mereka yang terkorban adalah wanita dan anak-anak. Berdasarkan data yang dikeluarkan, setidaknya 670 warga Palestina tewas, hampir 5.400 lainnya mengalami cedera, dan lebih dari 10.300 orang ditangkap di wilayah pendudukan. Pada 19 Juli lalu, Mahkamah Internasional telah menyatakan bahwa pendudukan Israel selama bertahun-tahun atas tanah Palestina adalah ilegal dan mendesak pemindahan seluruh permukiman yang ada di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. ANTARA