BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga beberapa kebutuhan pokok di pasar tradisional Indra Sari dan Tembaga Indah mengalami gejolak pasca lebaran. Beberapa faktor menyebabkan harga menjadi fluktuatif. Seperti faktor panen raya, transportasi, dan biaya tenaga buruh panen yang tinggi pasca lebaran.
Menurut Yasan, pedagang di Pasar Indra Sari, Pangkalan Bun, saat ini terjadi perang harga antara wortel lokal dan wortel impor. Perbedaan signifikan dua produk holtikultura ini terletak pada kualitas. Untuk wortel impor lebih bersih dan berwarna cerah, sementara untuk wortel lokal terkesan kusam dan kecil.
Kualitas produk tersebut yang mengakibatkan harga wortel impor lebih mahal yakni berkisar di harga Rp50 ribu. Walau begitu, saat ini pedagang mengaku kehabisan stok wortel impor yang sejak tujuh bulan ini mengalami kekosongan.
"Kalau wortel lokal sebelum lebaran harganya hanya Rp15 ribu tetapi saat ini sudah mencapai Rp25 ribu, untuk wortel impor saat ini kosong," terang Yasan di lapaknya, Selasa (12/7/2016).
Ia menjelaskan, naiknya harga wortel lokal di pasaran akibat tenaga buruh panen di Pulau Jawa saat ini sedang disibukan dengan libur lebaran. Sementara tenaga yang tersedia meminta bayaran tinggi.
Faktor lainnya adalah terbatasnya transportasi dari Pulau Jawa, menurutnya saat ini perusahaan pelayaran hanya membatasi dua truk untuk mengangkut barang karena perusahaan pelayaram memprioritaskan untuk angkutan penumpang.
Selain itu, panen raya terhadap produk holtikultura juga mempengaruhi harga pasar. Seperti tomat, karena saat ini tomat sedang banjir di pasaran maka harganya jatuh hingga ke level Rp10 ribu dari harga semula Rp20 ribu.
"Tomat banjir karena panen raya, jadi harganya turun. Kalau bawang putih stabil harganya Rp38 ribu," ujar Yasan.
Produk kebutuhan pokok lainnya yang saat ini juga tinggi di antaranya adalah daging ayam yang berada di harga Rp38 ribu dan daging sapi Rp130 ribu. Khusus untuk cabai, walau sempat naik hingga mencapai harga Rp80 ribu secara perlahan menurun di kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.
Sementara itu, Mahmuda pedagang besar telur ayam mengatakan ada perbedaan harga saat Ramadan dan saat lebaran. Menurutnya saat lebaran harga telur justru menurun dari Rp46 ribu menjadi Rp43 ribu saat lebaran.
"Sudah dari distributornya jadi kami hanya menyesuaikan saja," kata Mahmuda. (KOKO SULISTYO/m)








