**Borneonews - Palembang**, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) Regional Office Palembang telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar lebih dari Rp4,4 triliun selama enam bulan pertama tahun 2024. Penerima manfaat dari program ini mencakup sekitar 74 ribu debitur yang berasal dari tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung.
Dari total dana yang disalurkan, rincian menunjukkan KUR mikro mencapai Rp3,828 triliun dan telah diberikan kepada 72.657 debitur. Sementara itu, untuk KUR ritel, dana yang disalurkan mencapai Rp627,5 miliar kepada 2.120 debitur. Hal ini diungkapkan oleh Regional CEO BRI Palembang, Kusdinar Wiraputra, dalam sebuah pernyataan di Palembang, baru-baru ini.
Sebagai bank yang dipercaya oleh pemerintah dalam menyalurkan KUR, BRI berusaha merancang berbagai strategi guna memastikan agar kredit ini bisa diserap dengan optimal. Dengan penyerapan KUR yang efektif, diharapkan dapat memperkuat program pemberdayaan usaha masyarakat skala mikro, yang pada gilirannya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di ketiga provinsi tersebut.
KUR sendiri merupakan program yang didanai oleh pemerintah untuk memberikan akses pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kredit yang disalurkan dapat digunakan untuk modal kerja dan investasi oleh individu, badan usaha, atau kelompok usaha yang memiliki potensi yang baik.
Kredit untuk usaha ritel ditujukan kepada pengusaha menengah yang memiliki kemampuan dalam membayar cicilan dengan menggunakan sistem bunga flat atau anuitas yang setara. Batas maksimum untuk pinjaman KUR ritel adalah Rp500 juta, dengan waktu pengembalian yang lebih fleksibel.
Bagi calon debitur yang ingin mengajukan pinjaman KUR ritel, diwajibkan untuk memiliki agunan atau jaminan sebagai syarat pengajuan. Sementara itu, KUR mikro berfungsi sebagai kredit modal kerja atau investasi yang ditujukan bagi debitur yang memiliki usaha yang sudah produktif dan memenuhi syarat. Pinjaman ini memiliki limit credit antara Rp50 juta hingga Rp500 juta per debitur. Adapun, jangka waktu untuk KUR mikro maksimal adalah empat tahun untuk kredit modal kerja dan lima tahun untuk pembiayaan investasi.
Dalam konteks yang lebih luas, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Arifin Susanto, melaporkan bahwa selama periode Januari hingga Juni 2024, total penyaluran KUR di wilayah Sumatera Bagian Selatan mencapai Rp40,9 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 58,56 persen secara tahunan.
Khusus untuk Sumatera Selatan, realisasi penyaluran KUR tercatat sekitar Rp11,9 triliun dengan pertumbuhan 57,24 persen. Sementara itu, Kepulauan Bangka Belitung menyumbangkan Rp2,24 triliun dengan pertumbuhan 56,82 persen, dan Lampung mencapai Rp13,2 triliun dengan pertumbuhan 58,26 persen. Jambi melaporkan penyaluran KUR sebesar Rp8,71 triliun, tumbuh 61,74 persen, sedangkan Bengkulu menyumbang Rp4,83 triliun dengan pertumbuhan 57,81 persen.
Sektor yang paling mendominasi penyaluran KUR di wilayah Sumbagsel adalah sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan, yang mencatatkan angka penyaluran mencapai Rp23,3 triliun. Dengan adanya dukungan yang kuat melalui program KUR ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM dan perekonomian secara keseluruhan di kawasan tersebut.
ANTARA
BRI Salurkan KUR Rp4,4 Triliun di Tiga Provinsi Sumatera
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







