**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan respons terhadap tuduhan yang menuding dirinya berperan dalam usaha menjegal Anies Baswedan dalam ajang Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Penegasan ini disampaikan oleh Jokowi usai peresmian Gedung Respirasi Kesehatan RS Persahabatan yang terletak di Jakarta Timur pada hari Jumat.
Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan cenderung menyudutkan dirinya. Ia mengungkapkan, Saya itu ditudung-tuding bukan hanya masalah itu saja, dituding menjegal, dituding menghambat.
Jokowi mengajak masyarakat untuk melihat bahwa urusan terkait pencalonan serta penolakan kandidat dalam Pilkada 2024 adalah bagian dari dinamika internal partai politik dan berbagai koalisi yang ada. Ia menjelaskan bahwa perannya dalam hal ini tidak dapat dianggap sepele, mengingat ia bukanlah ketua atau pemilik partai politik. Saya bukan ketua partai, saya juga bukan pemilik partai, supaya tahu semua, apa urusannya? tegasnya, menanggapi serangkaian tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Menyusul berita terbaru, peluang Anies Baswedan untuk berposisi sebagai calon gubernur dalam Pilkada 2024 dipastikan tertutup, setelah tidak ada satupun partai politik yang dapat memberikan cukup dukungan suara untuk mengusungnya. Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa pada Rabu, 28 Agustus, sebanyak 15 partai politik telah resmi mendaftarkan pasangan Ridwan Kamil dan Suswono sebagai calon gubernur dan wakil gubernur ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.
Partai-partai yang terlibat dalam pendaftaran tersebut terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), serta Partai Keadilan Nasional (PKN).
Lebih jauh, juru bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, menyampaikan bahwa Anies juga telah membuat keputusan untuk tidak mencalonkan diri dalam Pilkada Jawa Barat. Sahrin merinci bahwa keputusan tersebut dikarenakan tidak adanya permintaan spesifik dari masyarakat Jawa Barat maupun aspirasi dari partai politik yang ada untuk mengusung Anies sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2024 mendatang.
ANTARA
Jokowi klarifikasi tuduhan menjegal Anies di Pilkada 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







