JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan dorongan kepada Kementerian dan Lembaga serta pemerintah daerah untuk memeriahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung di tahun 2024, tepatnya di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara. Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan PON XXI yang diadakan secara *daring* dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri. Rapat ini berlangsung pada hari Jumat dan dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat. Tito menekankan betapa krusialnya kolaborasi di antara semua pihak terkait untuk memastikan keberhasilan acara PON XXI. Kegiatan ini bukan hanya melibatkan pemerintah pusat, tetapi juga mencakup berbagai instansi seperti Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Komite Olahraga Nasional Indonesia, serta pemerintah daerah setempat. Sebagai langkah dukungan, Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh provinsi agar memberikan kontribusi dalam pelaksanaan PON XXI. Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengajak semua pihak untuk aktif mensosialisasikan acara ini agar masyarakat luas dapat mengetahuinya. Momen penting ini dijadwalkan dengan pembukaan PON XXI pada 9 September 2024 di Provinsi Aceh, diikuti dengan acara penutupan yang akan diadakan di Provinsi Sumatera Utara pada 20 September 2024. Tito menyatakan keinginannya untuk mendengar informasi terbaru mengenai kesiapan kedua provinsi tersebut menjelang hari pembukaan yang hanya tinggal sembilan hari lagi. Dia mengungkapkan bahwa penyelenggaraan PON XXI ini juga dapat berfungsi sebagai penyeimbang situasi politik, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. Dengan menggelar berbagai pertandingan dan hiburan, Tito berharap masyarakat tidak terlalu terfokus pada isu politik saat ini, sehingga dapat mengurangi potensi konflik yang mungkin muncul. “PON ini bisa diibaratkan sebagai sistem pendingin untuk situasi politik. Kegiatan olahraga, seni, budaya, dan UMKM serta aktivitas ekonomi lainnya merupakan cara untuk mendinginkan situasi politik yang tengah berlangsung,” jelasnya. Rapat koordinasi ini diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Penjabat Gubernur Aceh Safrizal ZA, Penjabat Gubernur Sumut Agus Fatoni, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Aceh dan Sumut, serta Panitia Besar PON XXI. ANTARA