JAKARTA –
**Borneonews - Hamilton, Kanada**, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini memberikan kritik tajam terhadap tindakan militer Israel yang kembali menembaki kendaraan dari Program Pangan Dunia (*World Food Programme*, WFP). Insiden ini terjadi di beberapa pos pemeriksaan dan berdampak signifikan, sehingga organisasi tersebut terpaksa menghentikan semua kegiatan pergerakan stafnya di wilayah Gaza. Wakil Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk PBB, Robert Wood, menyatakan rasa keprihatinannya atas laporan yang diterima. Dalam sebuah sidang, Wood mencatat bahwa insiden penembakan yang menimpa kendaraan WFP tersebut sangat mengejutkan. Ia menjelaskan bahwa pihak Israel telah mengonfirmasi kepada AS bahwa mereka tengah menyelidiki kejadian yang baru saja terjadi, yang diduga sebagai hasil dari kesalahan komunikasi internal dalam unit Angkatan Pertahanan Israel (*Israel Defense Forces*, IDF). Selain itu, Wood menekankan pentingnya tindakan korektif yang harus segera diambil oleh Israel untuk memastikan bahwa kesalahan serupa tidak terulang di masa mendatang. Ditekankannya, Israel tidak hanya perlu mengakui kesalahannya, tetapi juga harus mengambil langkah nyata untuk menjamin keselamatan personel PBB di lapangan, yang dianggap dapat menambah risiko bagi seluruh aktor kemanusiaan, baik di Gaza maupun di tingkat global. Dalam konteks ini, Wood juga menunjukkan urgensi pelaksanaan kampanye vaksinasi polio di Gaza. Ia meminta Israel untuk tidak memberlakukan perintah evakuasi yang lebih ketat saat kampanye tersebut dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa dalam rangka distribusi vaksin, penting agar para pekerja kemanusiaan, termasuk lembaga PBB dan organisasi non-pemerintah lainnya, berada dalam kondisi yang aman dan terlindungi. James Kariuki, utusan Inggris untuk PBB, turut menyuarakan pendapat serupa tentang pentingnya keberhasilan vaksinasi polio dan menyerukan perlindungan terhadap semua lokasi yang akan digunakan untuk vaksinasi. Selain itu, dia mengecam perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh Israel, menyatakan bahwa langkah tersebut hanya menimbulkan lebih banyak kekacauan dan membuat warga Palestina tidak memiliki tempat aman untuk berlindung. Kariuki menekankan bahwa Israel harus memperkecil skala perintah evakuasi dan memberikan pemberitahuan yang cukup, setidaknya 48 jam sebelumnya. Ia menyebut aksi penembakan terhadap PBB dan konvoi bantuan sebagai tindakan yang sangat memprihatinkan dan tidak dapat diterima. Menanggapi insiden penembakan yang menimpa kendaraan WFP, Kariuki menyatakan bahwa Israel memiliki tanggung jawab untuk melindungi pekerja bantuan dan memastikan bahwa mereka yang terlibat dalam insiden tersebut harus bertanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya semua pihak untuk mematuhi prinsip-prinsip hukum humaniter internasional. Lebih jauh lagi, dalam forum yang sama, Geng Shuang, perwakilan China di PBB, juga memperkuat pengungkapannya tentang kebutuhan akan kampanye vaksinasi yang berhasil, serta mendesak Israel untuk bersikap lebih bertanggung jawab. Dia mengecam keras tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. Menyinggung pernyataan pejabat Israel mengenai pengusiran warga dari Tepi Barat, Geng menyatakan rasa terkejut dan kekhawatirannya mendalam atas pernyataan tersebut yang berpotensi mengundang kecaman dari seluruh dunia. Ia menyebut bahwa Gaza telah berubah menjadi "neraka dunia" dan menegaskan pentingnya untuk tidak membiarkan bencana kemanusiaan serupa terulang di Tepi Barat, sehingga wilayah itu tidak berubah menjadi "neraka dunia" baru. Dia mendesak Israel untuk segera menghentikan semua operasi militer di Gaza, membuka semua akses perbatasan, serta menghentikan tindakan penindasan dan pembatasan terhadap PBB dan organisasi kemanusiaan lain. Geng juga menuntut agar Israel menghentikan serangan di Tepi Barat serta menghentikan segala bentuk kekerasan yang melibatkan para pemukim. ANTARA