JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penyedia layanan telekomunikasi Smartfren baru-baru ini berhasil mengatasi upaya peretasan yang ditujukan untuk melakukan pengisian ulang pulsa ke nomor tertentu. Upaya ini terdeteksi oleh tim *Network Operations Center* (NOC) perusahaan, yang secara cepat mengambil langkah untuk menanggapi ancaman tersebut. Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, menjelaskan bahwa peretasan ini berfokus pada pengisian ulang pulsa, dan berkat kecepatan tim NOC dalam mendeteksi dan menangani situasi, dampak negatif bagi pelanggan dapat diminimalkan. Ia menjamin kepada pelanggan bahwa data mereka aman dan tidak perlu khawatir atas insiden ini. Tim NOC Smartfren beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk memantau jaringan dan merespons masalah yang mungkin timbul. Dalam menghadapi potensi masalah, mereka melakukan isolasi serta menerapkan solusi yang tepat untuk memastikan bahwa setiap isu dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam. Dalam insiden ini, percobaan peretasan yang berusaha mengalihkan pengisian pulsa senilai Rp350 juta sebagian besar berhasil digagalkan oleh tim Smartfren, sehingga kerugian yang mungkin terjadi dapat diminimalkan. Merza menekankan bahwa keamanan operasional perusahaan sangat penting, di mana mereka sudah mengikuti standar keamanan yang ketat dengan menerapkan standar ISO 27001:2023. Sebagai langkah tindak lanjut, Smartfren juga mengambil langkah hukum terhadap praktik pengisian pulsa ilegal. Aparat Sub-direktorat Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang tersangka berinisial SH (28) yang terlibat dalam peretasan server pulsa Smartfren, yang diakui telah menyebabkan kerugian sekitar Rp350 juta kepada perusahaan. Tersangka SH mengungkapkan kepada pihak kepolisian bahwa ia melakukan pengisian ulang pulsa secara ilegal ke nomor miliknya, yaitu MSISDN 088211582473, dengan cara meretas server milik PT Smartfren Telecom, Tbk. pada tanggal 3 Juli 2024. Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya keamanan siber dalam dunia komunikasi modern. ANTARA