BORNEONEWS, Sampit - Memasuki H+6 usai lebaran, arus balik di Pelabuhan Sampit, kabvupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berlangsung.

Ada tiga kapal yang tambat di Pelabuhan Sampit. Dengan total keseluruhan penumpang yang turun mencapai 1.600 orang lebih  pada Selasa (12/7/2016)     

“Ada tiga kapal yang datang hari ini, antara lain Egon dari Surabaya, Kirana I Semarang, dan Kirana III Semarang,” ujar Kepala Kesahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Beny Noviandinudin, saat memantau langsung arus balik tersebut, Selasa (12/7/2016).

Untuk KM Egon dari Surabaya mengangkut penumpang sebanyak 442 orang, Kirana I 596 orang, dan Kirana III sebanyak 600 orang. Untuk arus balik pada hari ini dikatakan beni bukan puncaknya. Karena dia memperkirakan puncak akan terjadi sepekan usai lebaran.

Sementara, untuk penumpang yang turun dari tiga kapal tersebut langsung di sambany oleh aparat kepolisian yang melakukan pemeriksaan secara random. Dimana sejumlah barang bawaan penumpang yang dicurigawi langsung diperiksa, baik dari Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM) maupun aparat dari Polres Kotim. hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya teroris yang masuk ke daerah ini ataupun penyelundupan barang terlarang lainnya.

“Dari informasi yang kami dapat, Kalteng adalah salah satu tujuan bagi para teroris untuk bersembunyi. Sehingga dari arus balik ini kami langsung melakukan pengamatan dan pengamanan terhadap orang yang dicurigai. Selain itu, ruang gerak mereka juga kami perketat, sehingga susah untuk masuk wilayah ini,” ungkap Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, saat berada di Pelabuhan Sampit, Selasa (12/7/2016).

Selain penumpang, kendaraan roda dua maupun roda empat yang turun juga diperiksa muatan dan surat menyuratnya. Hal tersbeut dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyelundupan motor atau mobil hasil curian atau tanpa dukumen.

“Kami takut mobil atau motor yang turun itu hasil curian di pulau jawa, sehingga harus diperiksa,” kata Hendra. (M HAMIM/m)