JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menekankan pentingnya rumah susun yang dibangun untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Menurutnya, rusun ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam mendukung kelancaran proses pendidikan. Basuki menjelaskan, pembangunan rusun ini merupakan inisiatif yang diinstruksikan oleh Presiden Republik Indonesia dan berbagai pejabat terkait. Ia menekankan pentingnya niat yang tulus dalam proses pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, karena infrastruktur yang dibangun untuk masyarakat merupakan bentuk dari *amal jariah*. Rusun tersebut diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, bersamaan dengan Basuki Hadimuljono di Kabupaten Tangerang Selatan, Banten. Struktur yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR ini telah dilengkapi dengan perabotan dan sejumlah fasilitas pendukung. Dengan begitu, mahasiswa dapat lebih fokus dalam menuntut ilmu selama masa perkuliahan mereka. Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga menyampaikan bahwa Kementerian PUPR telah banyak berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pendidikan, khususnya yang dikelola oleh Muhammadiyah. Ia mencatat bahwa selain rusun, sekitar tujuh puluh fasilitas infrastruktur lainnya sudah dibangun selama kepemimpinan Basuki, berharap bahwa semua itu menjadi amal jariah bagi sang menteri. Direktorat Jenderal Perumahan juga telah membangun sebanyak 12 tower rusun untuk mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, berharap dengan adanya rusun tersebut, semangat belajar para mahasiswa dapat meningkat, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Iwan menyampaikan bahwa hingga saat ini, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 2.300 tower rusun di seluruh Indonesia, termasuk 12 tower khusus untuk Universitas Muhammadiyah yang direncanakan berlangsung dari tahun 2022 hingga 2024. Adapun lokasi pembangunan rusun ini berada di berbagai daerah, mulai dari Aceh, Riau, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Lebih lanjut, Iwan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan pendidikan berkualitas. Lingkungan yang kondusif ini tidak hanya meliputi ruang kelas yang memadai, tetapi juga mencakup tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi mahasiswa. Oleh karena itu, pembangunan rusun diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lingkungan yang menunjang pengembangan diri mahasiswa. Sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal merupakan harapan yang diusung melalui pembangunan rusun ini. Selain menyediakan fasilitas hunian, rusun juga bertujuan untuk membentuk sebuah komunitas, di mana mahasiswa dapat lebih fokus pada kehidupan akademik mereka dan terdorong untuk meraih prestasi yang menggembirakan. Iwan berharap mahasiswa yang tinggal di rusun tersebut dapat membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan potensi mereka di lingkungan yang mendukung. Ia meyakini bahwa rumah susun ini akan menjadi tempat lahirnya ide-ide kreatif dan inovasi yang akan membawa kemajuan untuk bangsa dan negara. Selain itu, ia meminta agar rusun yang dibangun dapat dimanfaatkan, dirawat, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak yang terlibat. ANTARA