JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Agus Harimurti Yudhoyono menjalin kerja sama dengan Bank Dunia untuk mendukung keberhasilan program *Integrated Land Administration and Spatial Planning* (ILASP). Kerja sama ini dilakukan guna memperkuat berbagai sektor, terutama dalam pengembangan perencanaan ruang dan reforma agraria di Indonesia. Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya kesinambungan program ini, terutama agar agenda reforma agraria menjadi prioritas bagi pemerintah mendatang. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa perencanaan perkotaan dan tata ruang akan menjadi fokus utama agenda tersebut. Kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN dan Bank Dunia yang telah berlangsung sebelumnya menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam pendaftaran tanah di seluruh Indonesia. Menteri Yudhoyono memberikan apresiasi kepada Bank Dunia atas kontribusinya yang signifikan dalam mempercepat proses reforma agraria, khususnya dalam pengelolaan pendaftaran tanah. "Dukungan dari Bank Dunia sangat berharga dalam memfasilitasi pemetaan partisipatif melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kami telah berhasil mendaftarkan sebanyak 8,8 juta bidang tanah, melebihi target awal yang ditetapkan yaitu 7 juta bidang," jelasnya. Menteri Yudhoyono mengungkapkan harapannya agar kerja sama dalam program ILASP ini dapat memberi dampak positif, terutama dalam mencapai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal ini, menurutnya, akan berkontribusi pada peningkatan minat investor dan pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami berkomitmen untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dalam merumuskan tata ruang yang lebih baik dan rinci, sehingga dapat memberikan kepastian bagi para investor," tuturnya. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Yudhoyono melakukan audiensi dengan pihak Bank Dunia untuk merinci rencana kerja sama yang diharapkan dapat menguntungkan proyek ILASP. Carolyn Turk, selaku Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa saat ini masih dalam proses negosiasi dengan Kementerian Keuangan mengenai pembiayaan yang akan digunakan untuk mendukung program ini. "Ini merupakan peluang bagus bagi kita dalam lima tahun ke depan. Tim Anda sangat mendukung proyek-proyek mendatang, dan kami berharap ILASP akan berhasil berkat kolaborasi dan kepemimpinan yang sinergis antara kementerian dan Bank Dunia," ungkap Carolyn Turk. ANTARA