JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani, menyatakan bahwa DPR dan pemerintah akan mengambil langkah-langkah antisipatif terkait penyebaran penyakit *monkeypox* (Mpox) selama berlangsungnya Indonesia-Africa Forum (IAF) yang akan diadakan di Bali. Forum tersebut direncanakan berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 September 2024. Maharani mengungkapkan bahwa dia telah mendengar informasi mengenai upaya pemerintah dalam menangkal potensi wabah Mpox. “Kami akan bersinergi dalam upaya pencegahan dan antisipasi bersama,” tambahnya dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta pada hari Jumat. Hingga hari Kamis, perwakilan dari setidaknya 54 negara, termasuk delapan pemimpin parlemen, telah mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam IAF di Bali. Maharani menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan oleh pemerintah dan DPR, di mana delapan dari 54 negara yang akan hadir diwakili oleh Ketua DPR mereka masing-masing. Sebelumnya, mengingat bertambahnya jumlah kasus Mpox di Indonesia, Ketua DPR telah meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah yang cepat dan efektif dalam menanggulangi penyakit menular ini, demi melindungi masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan Mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. “Dengan meningkatnya penyebaran Mpox, pemerintah harus segera melaksanakan langkah-langkah efektif untuk mengatasi penyebaran penyakit ini dan memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” ungkap Maharani. Ia menekankan pentingnya upaya pemerintah untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai wabah Mpox, mengingat sifat serius dari penyakit ini. Mpox disebabkan oleh virus dari keluarga yang sama dengan virus cacar. Penyakit tersebut dapat menimbulkan ruam dan lesi pada kulit. “Pendidikan yang luas dan mendalam perlu dilakukan mengingat penyakit ini dapat menular melalui kontak dekat apapun, termasuk melalui ruam kulit. Informasi mengenai bagaimana penyakit ini ditularkan, gejala, serta langkah-langkah pencegahan harus disampaikan secara menyeluruh dan jelas,” tegas Maharani. ANTARA