SURABAYA –
**Borneonews - Lumajang, Jawa Timur**, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang disertai letusan abu vulkanik mencapai ketinggian 900 meter dari puncaknya pada hari Jumat sore. Dalam pengukuran, ketinggian total gunung tersebut mencapai 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menurut laporan yang disampaikan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi terjadi pada pukul 17.25 WIB. Kejadian ini tercatat dalam seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 mm dan memiliki durasi 118 detik. Kolom abu yang dihasilkan terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang tebal, mengarah ke wilayah timur laut dan timur. Sebelumnya pada hari yang sama, Gunung Semeru juga mengalami erupsi pada pukul 10.06 WIB dengan tinggi kolom abu yang teramati juga sekitar 900 meter di atas puncak. Kolom abu pada saat itu juga menunjukkan warna yang serupa serta arah penyebaran yang sama. Data yang diperoleh dari seismograf menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 22 mm dengan durasi 110 detik. Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level II atau dalam kategori Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat. Salah satunya adalah larangan untuk melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius hingga 8 kilometer dari puncak gunung. Di luar radius tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi bahaya lanjutan seperti awan panas dan aliran lahar dapat terjadi hingga jarak 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, demi keselamatan, warga diimbau untuk tidak melakukan kegiatan dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena adanya risiko lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan. Lebih lanjut, masyarakat perlu selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang mungkin mengalir di sepanjang sungai atau lembah yang bersumber dari puncak Gunung Semeru. Area yang harus diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari aliran Besuk Kobokan. Kewaspadaan terhadap fenomena alam ini penting untuk menjaga keselamatan masyarakat di sekitarnya. ANTARA