JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengumumkan bahwa sebanyak 22 negara telah mengonfirmasi kehadirannya dalam Forum Parlemen Indonesia-Afrika atau *Indonesia-Africa Parliamentary Forum* (IAPF). Ketua BKSAP DPR RI, Fadli Zon, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan forum antar-parlemen yang pertama kali diadakan antara Indonesia dan negara-negara di Afrika, sejak berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika yang bersejarah pada tahun 1955, serta Konferensi Gerakan Non-Blok yang digelar pada tahun 1961. Momen ini sangat signifikan karena menandai langkah baru dalam hubungan antara kedua belah pihak. Dari total 22 negara yang akan mengirimkan delegasi mereka, terdapat sembilan ketua parlemen yang akan memimpin rombongan masing-masing. IAPF menjadi salah satu rangkaian dari Indonesia-Africa Forum yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada tanggal 1 hingga 3 September 2024. Forum ini mengusung tema “Forging Indonesia-Africa Parliamentary Partnership for Development,” yang menggambarkan fokus utama dalam menciptakan kemitraan strategis untuk pengembangan antara parlemen Indonesia dan Afrika. Fadli Zon menekankan bahwa forum ini merupakan capaian penting dalam politik luar negeri Indonesia, terutama dalam konteks kerjasama global Selatan. Lebih lanjut, Fadli Zon menyatakan bahwa kebangkitan negara-negara yang berada di belahan bumi Selatan perlu didorong melalui mekanisme kerja sama yang lebih luas dan komprehensif. Ini mencakup upaya kerja sama tidak hanya di tingkat eksekutif tetapi juga antar-parlemen. IAPF diharapkan menjadi langkah awal yang dapat memperkuat kolaborasi antara anggota parlemen dari Indonesia dan Afrika. Selain itu, forum ini diharapkan dapat melahirkan komitmen baru untuk merancang strategi bersama dalam mendorong kerja sama pembangunan yang berkelanjutan dan jangka panjang. Fadli juga menekankan bahwa baik Indonesia maupun Afrika memiliki potensi ekonomi yang besar. Dengan kolaborasi yang efektif, kedua belah pihak dapat memanfaatkan peluang-peluang tersebut demi pembangunan yang lebih adil bagi masyarakatnya masing-masing. Berbagai sektor yang memiliki potensi untuk dijalin kerja sama antara Indonesia dan Afrika mencakup ekonomi, kesehatan, pertanian, energi, komunikasi, hingga teknologi. Keseluruhan inisiatif ini diharapkan akan memperkuat konektivitas ekonomi, politik, dan sosial antara dua kawasan yang memiliki banyak kesamaan ini. ANTARA