PADANG –
**Borneonews - Padang**, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kehutanan baru saja merilis sebuah buku berjudul "Perhutanan Sosial, Mengentaskan Kemiskinan dari Pinggiran". Peluncuran ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada masyarakat yang tinggal di sekitar hutan agar dapat mengelola potensi hutan secara berkelanjutan tanpa melakukan penebangan pohon. Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, menekankan pentingnya buku ini untuk menunjukkan bahwa hutan bukan hanya sekadar kumpulan pohon. "Ada banyak potensi yang dapat dikelola demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya," ujarnya. Deskripsi ini disampaikan setelah peluncuran buku setebal 267 halaman tersebut yang berlangsung di Padang pada hari Jumat. Audy menambahkan, keberhasilan Program Perhutanan Sosial menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar dalam mendongkrak perekonomian para petani hutan. Dikatakannya, dari total luas hutan yang tersedia, sekitar 700 ribu hektare dialokasikan untuk Perhutanan Sosial dengan harapan manfaat sebesar-besarnya dapat dirasakan oleh masyarakat, tanpa menebang pohon. Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi, menjelaskan bahwa tujuan dari penerbitan buku ini adalah untuk memotivasi masyarakat di sekitar hutan. Ia berharap masyarakat dapat merencanakan dan mengelola sumber daya hutan secara legal. "Buku ini mencatat berbagai keberhasilan serta dampak dari Perhutanan Sosial terhadap petani hutan, sekaligus mengabadikan kisah mereka yang peduli terhadap lingkungan dan tidak merusaknya," ungkapnya. Lebih lanjut, dalam buku tersebut disajikan berbagai fakta dan data yang menunjukkan bagaimana Perhutanan Sosial telah berhasil mengubah pola pikir masyarakat. Hutan kini dipandang bukan hanya sebagai sumber kayu, tetapi juga sebagai sumber manfaat ekonomi lainnya yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Yozarwardi menambahkan bahwa setidaknya terdapat 25 cerita inspiratif tentang Perhutanan Sosial yang telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di Sumatera Barat. Ia menguraikan bahwa manfaat dari Perhutanan Sosial mencakup penciptaan sumber daya manusia yang kompeten, pemanfaatan hutan yang terintegrasi, pengurangan konflik, serta upaya pengentasan kemiskinan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Secara keseluruhan, dalam lima tahun terakhir, Pemprov Sumbar telah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani hutan melalui Program Perhutanan Sosial, mendekati upah minimum provinsi (UMP) di wilayah tersebut. Setelah peluncuran, buku tersebut segera dibedah, dengan diskusi yang dipandu oleh wartawan senior, Firdaus Abie. Dia menilai bahwa buku ini menyajikan banyak informasi berharga. "Ini menjelaskan bagaimana Perhutanan Sosial di Sumatera Barat telah mampu tumbuh dan berkembang, di mana sejumlah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) telah berhasil menghasilkan pendapatan dari pengelolaan Perhutanan Sosial," jelas Abie. Ia menegaskan bahwa buku ini penting untuk dibaca karena menyajikan cara bagaimana Perhutanan Sosial dan pengurusnya telah menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat. ANTARA