JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, menyampaikan pandangannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, terutama yang berada di desa. Ia menekankan pentingnya program ini sebagai strategi yang diambil oleh negara untuk mengembangkan sektor pertanian melalui perspektif konsumen. Yeka mengharapkan agar program MBG ini dapat terus berjalan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal ini penting mengingat dalam pelaksanaannya masih ada sejumlah tantangan yang terkait dengan ketersediaan pangan dan pengelolaan pertanian yang kompleks. Beberapa masalah yang dihadapi meliputi perencanaan produksi pangan, infrastruktur yang mendukung, masalah logistik, penetapan kebijakan harga dan subsidi, ketahanan pangan, kesehatan dan nutrisi, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Selain itu, pengelolaan impor pangan juga menjadi isu yang perlu diperhatikan, ditambah koordinasi lintas sektor dalam penyediaan pangan. Dalam sebuah diskusi yang bertajuk *Ketersediaan Pangan Bergizi Menyongsong Pemerintahan Baru* pada 29 Agustus, Yeka juga menyoroti pentingnya bahan pangan seperti telur, beras, dan susu dalam mendukung program MBG. Ia percaya bahwa program ini dapat mendorong aktivitas serta peningkatan produksi di bidang pertanian. Menitipkan harapan untuk pemerintahan yang akan datang, Yeka menginginkan adanya pembentukan kementerian baru yang khusus menangani isu pangan dan gizi. Ia mengaku bahwa isu pangan adalah suatu hal yang kompleks dan memerlukan perhatian serius, sehingga dibutuhkan kementerian koordinator pangan dan gizi untuk mengurus masalah-masalah tersebut. Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novian Bakrie juga memberikan pandangannya tentang program ini. Ia mengungkapkan bahwa program MBG yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 memberikan peluang bagi dunia usaha untuk terlibat dalam program pemerintah. Anindya menyebutkan bahwa anggaran yang disiapkan untuk program Makan Siang Gratis ini mencapai Rp71 triliun, yang akan memberi kesempatan bagi sektor swasta untuk berpartisipasi. Ia menilai bahwa pemerintah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara ini. Anggaran untuk program MBG tersebut mencakup biaya makanan, distribusi, serta operasional lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program. Diharapkan program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan dampak berganda (*multiplier effect*) terhadap perekonomian. Selain memperbaiki kualitas sumber daya manusia, program ini diharapkan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi sekitar 0,10 persen dan menciptakan kesempatan kerja untuk 820 ribu orang melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). ANTARA