BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 65 pegawai Pemerintah kota(Pemkot) Palangka Raya yang diantaranya merupakan pejabat, terancam sanksi disiplin. Penjatuhan sanksi dilakukan karena mereka ‘latah’ inisiatif sendiri menambah cuti panjang lebaran dan parahnya, tanpa ada keterangan kepada pimpinan instansinya.
Penuturan disampaikan Kepala Inspektorat Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan, Selasa (12/7/2016). Menurut Inspektur Alman, itu merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) pemerintah kota (Pemkot) yang dilakukan Senin (11/7/2016) atas 14 dinas/badan, ditambah hasil cek rekap kehadiran pegawai di semua SKPD sisanya.
“Ada 65 pegawai yang alasan tidak hadirnya itu Tanpa Keterangan (TK). Ini yang kita tindak dengan surat teguran. Konsepnya sudah kita buat hari ini, tinggal nunggu tandatangan Wakil Walikota, besok sudah kita distribusikan ke yang bersangkutan. Diantaranya ada pejabat juga, tapi eselon IV dan itu tidak banyak,” kata Alman.
“Kita bakal langsung kasih surat teguran II, itu kalau tahun 65 orang ini lalu juga melakukan hal yang sama (bolos kerja usai cuti bersama). Kalau tahun lalu tidak, Cuma tahun ini saja maka ya dilayangkan surat teguran I saja. Makanya ke-65 ini sedang kami teliti hari ini,” tambahnya membeberkan.
Alman menyebutkan, sebenarnya pihaknya menjaring 151 orang yang tidak hadir pada hari pertama kerja usai libur panjang dalam rangka cuti bersama lebaran 2016. Namun terkait 151 PNS yang mangkir kerja itu, Alman menandaskan tidak bisa pukul rata kena sanksi. Melainkan dipilah sesuai kriteria alasan tidak masuknya.
Hasil catatan pihaknya, ada 30 orang cuti, 27 orang izin, 17 orang sakit, dan ada 10 orang tugas belajar, serta 2 orang dinas luar. Sedangkan yang bolosnya tanpa keterangan ada 65 orang. Yang terakhir inilah yang bakal disanksi dengan surat teguran.
Lanjut Alman, jumlah total SKPD yang direkap tingkat kehadirannya pada Senin kemarin adalah 36 SKPD termasuk di dalamnya pemerintah kecamatan dan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Puskesmas.
“Total jumlah PNS Pemkot di semua SKPD, di luar guru, adalah 2.194 orang, yang hadir saat hari pertama kerja kemarin adalah 2.019 orang, sedangkan jumlah yang tidak hadir ada 151 orang,” pungkasnya. (ROZIKIN/m)








