BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah mengakui adanya peningkatan titik api (hotspot) di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" ini. Dalam dua pekan ini saja, ada peningkatan sebesar 9 titik panas.
"Minggu lalu tanggal 29 Juni sampai 5 Juli 2016 ada 2 titik, minggu ini dari tanggal 6-12 Juli hari ini ada 11 titik. Itu akumulasi selama seminggu ya. Kalau hari ini tidak ada titik yang terpantau," ungkap Brigong, Selasa (12/7/2016).
Data ini menurutnya juga diterima BPBD Kalteng dari pantauan SiPongi, Kementerian LHK RI. Menilik keadaan ini tidak salah kalau Pemprov Kalteng menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga 8 Oktober mendatang.
"Karena kita ini sudah memasuki musim kemarau, menurut BMKG. Kalau kita tidak jaga-jaga dari sekarang bisa-bisa kebakaran dan asap hebat seperti tahun 2015 kemarin terulang lagi. Nah, pak Gubernur tidak mau ini terjadi makanya beliau sudah menyurati BNPB untuk minta 4 helikopter," tambahnya.
Sementara untuk sebaran titik api ini menurut Brigong masih berganti-ganti, tidak setiap hari ada titik api di suatu kabupaten. Bahkan seperti hari Selasa ini tidak terpantau satupun titik api di seluruh provinsi Kalteng.
"Kadang di Barsel, Barut, Kotim, Pulang Pisau, tadi masih 1 atau 2 titik saja. Variasi lokasinya juga kadang di lahan gambut kadang di nongambut," pungkasnya.
Meski begitu, sesuai arahan Gubernur, pihaknya sudah mensiagakan baik personel di BPBD maupun peralatan jika sewaktu-waktu diperlukan untuk pemadaman segera agar kebakaran tidak menyebar. (TESTI PRISCILLA/m)








