**Borneonews - Jakarta**, Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) kini telah memiliki 16 petugas baru yang ditugaskan dalam Program Presenter Edukasi (Presi). Program ini bertujuan untuk memperluas kegiatan edukasi anti-doping yang ditujukan bagi atlet yang berlokasi di berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Ketua Umum IADO, Gatot S Dewa Broto, menjelaskan bahwa kehadiran para petugas Presi ini berfungsi sebagai dukungan tambahan bagi IADO dalam menjalankan program edukasi anti-doping di wilayah yang luas ini. Dalam acara konferensi pers yang diselenggarakan untuk mengumumkan hasil seleksi nasional Presi pada Jumat lalu, Gatot menekankan pentingnya program ini.
Sebanyak 16 petugas yang terpilih berasal dari proses seleksi yang ketat, di mana dari 278 pendaftar hanya sejumlah ini yang berhasil lolos. Merekalah yang memiliki latar belakang beragam, termasuk profesi dosen, dokter, ahli gizi, terapis atlet, hingga mantan atlet.
Gatot juga menjelaskan bahwa formasi petugas Presi ini adalah respons terhadap temuan Badan Anti-Doping Dunia (*World Anti-Doping Agency*, WADA) saat melakukan audit terhadap semua aspek anti-doping di Indonesia pada bulan April 2023 lalu. Temuan tersebut menunjukkan bahwa jumlah tenaga edukasi anti-doping di Indonesia sangat minim, dengan hanya tiga orang yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan edukasi di negara seluas Indonesia.
IADO pun mengambil langkah cepat dengan melaksanakan rekrutmen para petugas Presi, dan ini belum pernah dilakukan oleh organisasi anti-doping di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Gatot menyatakan, Kami adalah yang pertama merekrut tenaga Presi ini. Negara-negara lain di Asia Tenggara belum melakukannya karena tidak memiliki wilayah yang seluas Indonesia.
Ia berharap para petugas Presi dapat melaksanakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya dalam usaha mencegah kasus doping di kalangan atlet Tanah Air. Dengan adanya mereka, Gatot berharap masalah kekurangan dalam edukasi anti-doping tidak akan lagi menjadi temuan dalam audit yang dilakukan oleh WADA di masa mendatang.
Direktur Edukasi IADO, Natashya Marcellina Ardiany, menambahkan bahwa para petugas Presi yang telah terpilih telah memenuhi berbagai kriteria yang ditentukan. Kriteria ini mencakup pengalaman mengajar, kemampuan komunikasi yang baik, kemampuan pedagogik, serta pengalaman dalam dunia olahraga.
Sebelum terjun ke lapangan, IADO rencananya akan mematangkan persiapan para petugas melalui program penguatan kapasitas dan pendalaman materi teknis. Para petugas Presi yang terpilih juga telah memperoleh sertifikasi *Anti-Doping Education and Learning* (ADEL), serta menerima sertifikat Preso yang akan diperbaharui setiap dua tahun.
ANTARA
IADO Luncurkan 16 Petugas Baru untuk Edukasi Anti-Doping Nasional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







