BORNEONEWS, Palangka Raya – Penggusuran Jalan Garuda Kota Palangka Raya tinggal menunggu detik-detik akhir. Sebab pelaksanaan setelah lebaran, sudah termasuk molor dari rencana awal pada Juni 2016. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya selaku pasukan aparatur penegak Perda juga mengaku siap dan tinggal menunggu perintah.
Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Satpol PP, Walter menyatakan kesiapan menjalankan perintah penertiban kawasan jalur hijau tersebut untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berkonsep taman, sesuai keinginan pemerintah kota (pemkot).
“Kita siap apabila memang diperintah, kapan pun itu penertiban jalan Garuda dilakukan prinsipnya kami siap,” ujar Walter, Selasa (12/7/2016).
Kondisi saat ini jalan Garuda dihuni para warga dan digunakan tempat berjualan tanaman. Kondisi ini sudah berlangsung kurang lebih 20 tahun.
Walter mengatakan, terkait hal ini Pemkot telah melakukan sosialisasi kepada warga yang ada di kawasan itu, baik pihaknya maupun yang dilakukan pihak Disciptarum maupun Kecamatan Jekan Raya.
“Terutama niat pemerintah untuk mengembalikan fungsi kawasan yaitu sebagai ruang terbuka hijau. Kami sudah koordinasi dengan Disciptarum mengenai rencana penertiban dan pengamanan kawasan itu,”sebutnya.
Ia berharap warga setempat menyadari, meski sudah berupuluh tahun ditempati namun statusnya tetap yaitu dikontrakkan saja. Mengingat kawasan tersebut merupakan jalur hijau milik Pemkot yang akan digunakan untuk RTH, setelah kontrak tidak diperpanjang maka harus rela menyerahkan kembali.
“Karena kontrak pakai lahan sudah habis dan tidak diperpanjang lagi, seyogyanya warga disana dapat memaklumi niat pemerintah menata wajah kota ini,” imbaunya.
Sebelumnya, Kepala Disciptarum Rojikinnor mengaku jika pihaknya sudah siap eksekuis, hanya tinggal menunggu kesiapan pihak ketiga selaku pemenang tender pembangunan RTH. Ia mengingatkan, seminggu pasca lebaran para pedagang bunga yang ada di Jalan Garuda Palangka Raya harus sudah pindah.
Menurut dia, beberapa kali sudah dilakukan pertemuan, dan warga sudah mengetahui rencana pengembalian fungsi kawasan tersebut. Ia menyarankan agar pedagang pindah ke Yos Sudarso ujung, berderet dengan relokasi pedagang kuliner malam. (ROZIKIN/m)








