JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pelatih fisik, Farlan Sutarza, mengekspresikan kebanggaannya dan rasa antusiasme yang mendalam saat kembali bergabung dengan tim Prawira Harum Bandung. Kembalinya Farlan bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kondisi fisik para pemain demi menghadapi tantangan di Indonesian Basketball League (IBL) 2025. Dalam pernyataannya, Farlan menyatakan, "Ada greget juga karena saya kembali ke tim yang punya predikat sebagai tim yang pernah juara.” Ucapan ini mencerminkan semangatnya untuk berkontribusi kembali pada tim yang telah mencapai prestasi tinggi dalam olahraga basket di Indonesia. Farlan merasa senang dapat melanjutkan program-program yang sempat terhenti sebelumnya. Program-program tersebut dianggap penting untuk meningkatkan performa tim yang menjadi juara IBL 2023. Dengan pendekatan yang penuh dedikasi, pelatih berkepala plontos ini langsung mengambil inisiatif untuk meluncurkan berbagai program peningkatan fisik. Semua ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan tim menghadapi turnamen pramusim IBL All Indonesian 2024, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta dari tanggal 22 September hingga 6 Oktober. Sebagai langkah awal, setelah melakukan pertemuan dengan seluruh staf pelatih, Farlan segera memulai proses pengumpulan data dan profiling fisik setiap pemain. Langkah ini bertujuan untuk memahami kebutuhan individu para pemain dan menentukan strategi yang tepat dalam menerapkan program kebugaran. Sebelum kembali ke Prawira Harum, Farlan sebelumnya telah menghabiskan satu musim bersama tim tersebut pada tahun 2023. Selama periode tersebut, ia berperan penting dalam membawa Prawira meraih gelar juara di IBL. Setelah sukses tersebut, ia memutuskan untuk meninggalkan Prawira guna menangani beberapa tim lainnya, termasuk tim 3x3 Kota Bandung di Porprov XIV, Tim 3x3 Jawa Barat di PON XXI Sumatera-Aceh, hingga terakhir bergabung dengan Timnas 3x3 Indonesia untuk berkompetisi di *FIBA Asia Cup*. Kembalinya Farlan ke pangkuan Prawira Harum menandakan komitmennya untuk terus berkontribusi pada perkembangan bola basket Indonesia. ANTARA