MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulbar telah melaksanakan program penyuluhan mengenai *stunting* kepada masyarakat di Kabupaten Mamasa. Kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat perihal pencegahan serta penanganan *stunting*, yang merupakan salah satu isu kesehatan yang serius di wilayah tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, drg. Asran Masdy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menyikapi masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat. Selain penyuluhan mengenai *stunting*, terdapat juga program sunatan massal untuk anak-anak yang dilaksanakan di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa. Dengan program ini, Dinas Kesehatan berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, khususnya kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Selama pelaksanaan sunatan massal, sebanyak 102 anak dengan usia antara 10 hingga 16 tahun mendapatkan layanan tersebut. Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 81 anak mengikuti sunatan, sementara pada hari kedua, sebanyak 21 anak ikut serta. Dengan total keseluruhan tersebut, antusiasme masyarakat sangat terlihat melalui angka partisipasi yang tinggi. Asran Masdy berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan *stunting* dapat meningkat. Dengan demikian, diharapkan juga angka *stunting* di Sulawesi Barat dapat berkurang secara bertahap. Ia memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah terjalin antara Dinas Kesehatan dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulbar dalam menggelar kegiatan ini. Lebih dari itu, kerjasama antara Dinas Kesehatan dan BI diharapkan menjadi model bagi kemitraan lintas sektor lainnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan. Asran Masdy menekankan bahwa masalah *stunting* adalah tantangan serius yang memerlukan solusi bersama. Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus dapat terangkat. ANTARA