PADANG –
**Borneonews - Solok**, Pemerintah Kota Solok yang terletak di Sumatera Barat baru-baru ini mendapatkan pengakuan sebagai masjid percontohan dan ramah (Ampera) di tingkat provinsi. Penghargaan ini diberikan kepada Masjid Agung Al Muhsinin Kota Solok sebagai masjid terbaik pertama dalam kategori masjid agung untuk tahun 2024 oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat. Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengungkapkan rasa syukurnya pada Jumat lalu di Solok. Ia menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada Masjid Agung Al Muhsinin dan berharap ini dapat memotivasi masyarakat dan jamaah untuk lebih memakmurkan masjid-masjid lain di Kota Solok. Selain Kota Solok, terdapat tujuh daerah lainnya di Sumatera Barat yang juga menerima penghargaan ini. Di antara mereka adalah Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Tanah Datar. Keberhasilan Masjid Agung Al Muhsinin diperoleh melalui upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang baik, bersih, nyaman, dan ramah bagi seluruh jamaah yang hadir. Proses penilaian untuk penghargaan ini mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebersihan, pelayanan, keamanan, serta fasilitas yang memadai. Penganugerahan tersebut dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, serta Kepala Bidang Urusan Agama Islam yang berperan sebagai *leading sector* dalam kegiatan Ampera ini. Mustafa, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, menjelaskan bahwa Masjid Agung Al Muhsinin berkomitmen tinggi dalam menjadikannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat kegiatan sosial dan komunitas. Ia menekankan bahwa masjid telah berhasil menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif bagi semua jamaah yang datang. Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Solok, Irawadi Uska, juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia men??kan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pengurus masjid, jamaah, serta masyarakat sekitar. Irawadi juga menegaskan bahwa Kementerian Agama tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kebersihan masjid. Mereka akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan masjid yang nyaman bagi semua umat. Dengan meraih status sebagai masjid percontohan dan ramah, diharapkan Masjid Agung Al Muhsinin bisa terus menjadi pusat bagi kegiatan keagamaan dan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. ANTARA