**Borneonews - Denpasar**, PT. PLN (Persero) telah menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk 716 kendaraan listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan resmi dalam acara *High Level Forum on Multistakeholder Partnership* (HLF-MSP) dan *Indonesia Africa Forum* (IAF) Ke-2 yang akan dilaksanakan di Bali.
Dalam gelaran internasional yang akan berlangsung, PLN akan mendukung pengoperasian 479 mobil listrik dari berbagai tipe dan 237 motor listrik. Tentunya, untuk memfasilitasi kendaraan ini, PLN telah merencanakan penyediaan SPKLU, yang terdiri dari 12 unit *Ultra Fast Charging* (UFC), 20 unit *SPLU Gen 2* yang masing-masing dilengkapi dengan enam soket, serta 20 unit SPKLU tipe *standard charging*.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Gede Agung Sindu Putra, menyatakan bahwa semua SPKLU telah terpasang di empat lokasi strategis. Lokasi tersebut mencakup sekitar Hotel Kempinski dan kawasan ITDC Nusa Dua yang terletak di Kabupaten Badung, Bali. Dua lokasi tambahan, yaitu ITDC 2 dan lokasi di dekat Tragia, Nusa Dua, juga telah selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Lebih lanjut, Sindu menjelaskan bahwa lokasi di Tragia Nusa Dua akan berfungsi sebagai pusat pengisian daya untuk kendaraan motor listrik milik Korlantas (Korps Lalu Lintas). Sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan mendesak yang mungkin timbul, PLN juga akan menyediakan SPKLU Mobile yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
PLN tidak hanya fokus pada penyediaan fisik infrastruktur, tetapi juga mengembangkan aplikasi terintegrasi yang berfungsi untuk mempermudah petugas dan pengemudi saat melakukan pengisian daya. Sindu meyakini kemampuan tim PLN, yang akan menerjunkan 57 personel terlatih untuk memastikan kelancaran operasional SPKLU selama HLF-MSP dan IAF Ke-2 2024.
PLN memiliki berbagai pengalaman dalam mendukung pelaksanaan event internasional. Kami telah memastikan kendaraan listrik yang digunakan bagi delegasi dan operasional berjalan dengan baik, tambahnya.
Namun, Sindu mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat untuk kelancaran acara. Ia mengajak masyarakat untuk tidak menerbangkan layang-layang pada tanggal 1 hingga 3 September 2024. Aktivitas tersebut berpotensi mengganggu jaringan transmisi 150 KV dan distribusi 20 KV PLN.
Marilah kita bersama-sama mewujudkan suksesnya acara ini dengan menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan kita semua. Menghentikan permainan layang-layang sementara selama HLF-MSP dan IAF demi kepentingan bersama akan sangat berarti, ungkapnya.
ANTARA
PLN Siapkan SPKLU untuk 716 Kendaraan Listrik di Bali
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







