JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Indonesia Anti-Doping Organization (IADO), Gatot S Dewa Broto, mengumumkan bahwa semua atlet binaraga yang akan berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 diwajibkan untuk memiliki sertifikat *Anti-Doping Education and Learning* (ADEL). Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kasus-kasus doping yang pernah mencoreng cabang olahraga ini di masa lalu. Gatot menjelaskan bahwa cabang binaraga mendapatkan perlakuan khusus, terutama setelah adanya perdebatan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang hampir berakhir dengan penghapusan cabang ini dari PON Aceh-Sumut. Pemikirannya berangkat dari insiden doping yang terjadi pada PON sebelumnya. Dalam PON Papua 2020, dari lima kasus doping yang teridentifikasi, empat di antaranya melibatkan atlet binaraga. Meskipun demikian, berkat kebijakan dari KONI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, cabang binaraga tetap diperbolehkan untuk dipertandingkan pada PON Aceh-Sumut, dengan syarat ketat bahwa tidak akan ada kasus doping yang terjadi. Gatot juga menekankan pentingnya penerapan kebijakan ini dengan melakukan koordinasi dengan Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI). Setiap atlet binaraga yang akan bertanding diwajibkan untuk memiliki sertifikat ADEL yang dapat diakses melalui *handphone* mereka. Sebanyak 87 atlet dari kategori binaraga diharuskan untuk memenuhi syarat ini sebelum berkompetisi. Kebijakan ini diharapkan bisa mencegah terulangnya kejadian doping seperti yang terjadi sebelumnya dan menjadi evaluasi yang serius bagi seluruh atlet. PON Aceh-Sumut 2024 dijadwalkan berlangsung dari tanggal 8 hingga 20 September, dan akan menjadi PON terbesar dalam sejarah dengan melibatkan 39 kontingen, termasuk Ibu Kota Nusantara. Event olahraga ini akan mempertandingkan 1.042 nomor dalam berbagai cabang olahraga. Di Aceh, sebanyak 65 cabang olahraga akan diikuti oleh 6.287 atlet dan 3.158 ofisial. Sementara itu, Sumatera Utara akan menyelenggarakan 34 cabang olahraga yang melibatkan 6.618 atlet dan 3.320 ofisial. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan menjadi ajang sportif yang bersih dari praktik doping. ANTARA