**Borneonews - Madiun**, Inovasi dalam bentuk *Lapak UMKM* yang dikembangkan di setiap kelurahan di Kota Madiun, Jawa Timur, berhasil meraih peringkat sepuluh besar dalam ajang penilaian *Sustainable Development Goals* (SDGs) I-SIM for Cities 2024. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.
Suwarno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Madiun, menyampaikan bahwa dari total 96 kota yang ikut berpartisipasi dalam penilaian ini, Kota Madiun berhasil masuk dalam jajaran sepuluh besar. Proses penilaian dilakukan secara langsung oleh tim verifikasi lapangan dari PT Surveyor Indonesia.
Suwarno menjelaskan, *Lapak UMKM* merupakan inovasi yang sangat relevan dalam konteks penilaian SDGs I-SIM for Cities 2024 ini karena telah memenuhi empat indikator utama penilaian. Di antara indikator yang dinilai, program ini sudah berjalan sejak tahun 2021 dan kini telah memiliki sebanyak 32 lapak yang tersebar di 27 kelurahan di Kota Madiun.
Indikator pertama yang diperhatikan adalah dukungan anggaran dari APBD. Pembangunan lapak-lapak tersebut sebagian besar didukung oleh anggaran dari APBD Kota Madiun.
Indikator kedua adalah adanya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam pembangunan dan pengelolaan *Lapak UMKM*. Salah satu dukungan berharga datang dari PT INKA (Persero), yang ikut berkontribusi dalam menjadikan program ini lebih berdaya guna.
Dari sisi dampak sosial, indikator ketiga menunjukkan bahwa *Lapak UMKM* telah memberikan kontribusi signifikan kepada masyarakat, terutama terlihat selama pandemi COVID-19. Program ini terbukti mampu mendongkrak perekonomian warga, dengan lokasi lapak yang tersebar di seluruh wilayah kota, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat.
Pemkot Madiun juga menerapkan kebijakan untuk mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli makanan di *Lapak UMKM*, yang dipantau melalui aplikasi khusus, agar operasional lapak tetap berlangsung dan dapat berkelanjutan.
Lebih daripada itu, *Lapak UMKM* juga berfungsi sebagai sarana untuk mengatasi masalah stunting di Kota Madiun. Melalui program *Warung Setop Stunting* (WSS), pedagang yang berada di lapak-lapak tersebut diajak untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi, khususnya untuk ibu hamil dan balita yang berisiko stunting.
Indikator terakhir yang diukur adalah lamanya keberlangsungan program. Program ini telah berjalan lebih dari dua tahun, memenuhi syarat yang ditetapkan, karena *Lapak UMKM* mulai dibangun sejak tahun 2021.
Suwarno mengharapkan bahwa pada penilaian SDGs I-SIM for Cities kali ini, Kota Madiun dapat meraih hasil yang lebih baik. Pada tahun sebelumnya, Kota Madiun tercatat menempati urutan ke-16 dari 70 kota yang ikut serta dalam penilaian yang sama.
SDGs I-SIM for Cities 2024 merupakan program inisiatif dengan sistem *rating* dan *awarding* yang bertujuan untuk meningkatkan integrasi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem SDGs di tingkat kota di seluruh Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Apeksi, PT Surveyor Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian PPN/Bappenas.
Selama kunjungan mereka ke Kota Madiun, tim penilai melakukan verifikasi langsung di beberapa *Lapak UMKM*, termasuk di Kelurahan Kelun, Nambangan Lor, dan Demangan, serta melakukan wawancara dengan pedagang di lapak tersebut untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program yang ada.
ANTARA
Lapak UMKM Madiun Masuk 10 Besar Penilaian SDGs I-SIM 2024
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







