**Borneonews - Banjarmasin, Kalimantan Selatan**, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nopian Andusti, memberikan rekomendasi kepada para calon pengantin untuk melakukan persiapan pernikahan dengan sebaik-baiknya. Hal ini dianggap penting untuk menghindari terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang seringkali muncul akibat ketidaksiapan individu.
Nopian menjelaskan bahwa persiapan yang matang sangat penting sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Ia menekankan bahwa fenomena seperti perselingkuhan dan KDRT biasanya terjadi karena pasangan belum siap secara mental dan tidak dapat menerima kekurangan satu sama lain. Menikah membawa perubahan situasi yang tidak sama dengan saat pacaran, dan kesiapan individu memegang peranan penting dalam hal ini.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara bertajuk *Siap Nikah Goes to Campus*, yang berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada tanggal 29 Agustus. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara BKKBN dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Lebih lanjut, Nopian menekankan bahwa kesiapan untuk membangun sebuah keluarga harus mencakup sepuluh dimensi, yaitu kesiapan dari sisi usia, fisik, finansial, mental, emosi, sosial, moral, interpersonal, kehidupan, dan intelektual. Semua aspek ini sangat penting untuk dipertimbangkan sebelum melaksanakan pernikahan.
Ia juga menjelaskan bahwa persiapan pernikahan yang baik dapat berkontribusi pada penurunan angka kelahiran bayi stunting. Salah satu langkah preventif yang dapat diambil adalah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Jika hasil pemeriksaan kesehatan belum memenuhi standar yang ditetapkan, pernikahan bisa tetap dilakukan, tetapi disarankan agar kehamilan ditunda dengan menggunakan alat kontrasepsi modern.
Penggunaan *modern contraceptives* dianjurkan bagi pasangan yang telah menikah secara sah, terutama jika kondisi kesehatan belum optimal. Selain itu, calon orang tua harus aktif dalam mengoptimalkan pengasuhan selama 1.000 hari pertama kehidupan anak, yang merupakan fase kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Nopian menyoroti bahwa tingginya prevalensi stunting yang saat ini menjadi masalah bisa diatasi dengan mengoptimalkan pengasuhan pada periode tersebut. Ia menekankan isu kesehatan remaja perempuan, khususnya tentang anemia, yang dialami lebih dari 30 persen remaja perempuan. Anemia pada remaja dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kehilangan darah saat menstruasi dan peningkatan kebutuhan zat besi seiring pertumbuhan.
Untuk mencegah anemia, penting bagi remaja untuk menjaga pola makan yang seimbang dan memastikan asupan nutrisi yang cukup. Ia juga menegaskan pentingnya peran teman sebaya, terutama kelompok Generasi Berencana (Genre), dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai konsumsi tablet tambah darah sebagai salah satu langkah pencegahan anemia.
ANTARA
Persiapan Pernikahan Matang, Kunci Hindari KDRT dan Stunting
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







