**Borneonews - Washington**, Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 5 November 2024, menjadi ajang untuk menentukan pilihan fundamental antara *komunisme* dan *kebebasan*. Pernyataan tersebut dilontarkannya saat memberikan pidato di negara bagian Michigan, yang dikenal sebagai salah satu distrik yang diperebutkan dalam pemilihan mendatang.
Dalam orasinya, Trump menyoroti keberadaan calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, yang baru-baru ini mendapatkan dukungan resmi. Ia mengklaim bahwa Harris merupakan pengikut paham *Marxis* dan memberikan kritik tajam dengan menuduhnya sebagai sosok yang "radikal". Trump menyebutkan bahwa Harris telah berjanji untuk mengimplementasikan pengendalian harga yang diibaratkan dengan praktik *komunis* serta menawarkan layanan kesehatan gratis yang akan dibiayai oleh pajak masyarakat.
"Pemilihan ini bukan sekadar pertarungan antara Demokrat dan Republik. Ini adalah pertarungan antara *komunisme* dan *kebebasan*. Itulah inti dari masalah ini," tegas Trump. Ia menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak para pekerja, khususnya yang bekerja di industri otomotif di Amerika.
Trump berjanji akan mengakhiri apa yang ia sebut sebagai "mimpi buruk ekonomi" yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Ia menyerukan agar para pendukungnya menggunakan suara mereka untuk mengalahkan Kamala Harris dan mengembalikan kejayaan impian Amerika, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat.
Lebih lanjut, Trump juga menyalahkan Presiden Joe Biden dan Harris atas terjadinya inflasi yang disebutnya sebagai yang terburuk dalam sejarah negara tersebut. Ia menyatakan, "Pekerja seperti Anda seharusnya dapat membeli rumah yang layak, kendaraan baru, dan membesarkan keluarga hanya dengan satu pendapatan, sambil menikmati standar hidup terbaik di dunia."
Di jabatan berikutnya, Trump berbicara mengenai visi yang ia miliki untuk kelas menengah, yang ia harapkan bisa menjadi contoh teladan bagi dunia. Dia juga mengaitkan kembali keinginan Harris untuk memperjuangkan "keamanan perbatasan yang kuat", menanyakan kemana ia pergi selama ini saat Amerika menerima 20 juta imigran, banyak di antaranya merupakan individu dengan rekam jejak kriminal.
Trump meyakinkan para pendengarnya bahwa dia akan berupaya menjadikan Amerika sebagai pusat produksi dan manufaktur dunia, dengan pernyataan optimis bahwa hal ini akan terwujud dalam waktu yang relatif cepat.
ANTARA
Trump: Pemilihan 2024 Menentukan Antara Komunisme dan Kebebasan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







