JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan beberapa pihak untuk memperkuat pemulihan pembelajaran melalui aspek literasi dan numerasi di kalangan siswa. Muhammad Hasbi, yang menjabat sebagai Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek sekaligus Supervisor PDM 10, mengungkapkan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari program PDM 10 untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan. "Program yang dilaksanakan dalam kerangka dukungan ini mencakup sejumlah kegiatan, seperti advokasi, peningkatan kapasitas pemerintah daerah, pendampingan bagi kampus pengajaran, penguatan komunitas belajar, serta monitoring dan evaluasi yang fokus pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi," papar Hasbi pada acara penandatanganan yang dilakukan secara daring di Jakarta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan seluruh intervensi yang direncanakan. Tanpa adanya kerja sama dan gotong royong, pencapaian tujuan ini akan sulit dilaksanakan. PDM 10, yang merupakan singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, telah melakukan berbagai upaya untuk menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk mengadakan sosialisasi, diskusi, dan pertemuan dengan beberapa mitra pembangunan yang berasal dari sektor usaha dan industri, lembaga filantropi, perguruan tinggi, serta organisasi nirlaba. Terdapat delapan mitra pembangunan utama yang terlibat, yaitu PT Cahaya Inspira Adiwangsa, PT Teman Satu Skolla, dan Wahana Visi Indonesia. Selain itu, beberapa perguruan tinggi yang turut ambil bagian adalah Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Teuku Umar. Hasbi menjelaskan bahwa PT Cahaya Inspira Adiwangsa akan berfokus pada pemulihan pembelajaran dengan memberikan pendampingan di 101 satuan pendidikan, meliputi jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, dan juga sekolah menengah pertama di wilayah Jabodetabek, Kalimantan Selatan, Kupang, Sumba, Papua, serta Bali. Di sisi lain, Wahana Visi Indonesia juga berkontribusi dalam pemulihan pembelajaran, dengan pendampingan di 5 satuan pendidikan pada jenjang sekolah dasar di Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Jayawijaya. Sementara itu, PT Teman Satu Skolla akan memberikan dukungan di 65 satuan pendidikan pada jenjang sekolah menengah pertama dan atas yang berlokasi di DKI Jakarta, Jawa Barat, serta Sulawesi Selatan. Selain kerjasama dengan mitra pembangunan, Kemendikbudristek juga berkomitmen untuk menjalin konsolidasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya yang relevan dengan program pemulihan pembelajaran, seperti Perpustakaan Nasional, Pusat Perbukuan, Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, serta PT Gramedia, Taman Bacaan Masyarakat, anggota Filantropi Indonesia, dan anggota Asian Venture Philanthropy Network. ANTARA