**Borneonews - Jakarta**, Sebanyak tujuh naskah kuno yang berasal dari enam provinsi di Indonesia telah mendapatkan rekomendasi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk dijadikan sebagai bagian dari ingatan kolektif nasional. Rekomendasi ini memiliki arti penting dalam upaya pelestarian budaya dan sejarah bangsa.
Pelaksana Tugas Perpustakaan Nasional Indonesia, E Aminudin Aziz, menjelaskan bahwa naskah-naskah yang telah dianugerahi status Ikon ini perlu didorong dengan berbagai cara agar dapat menjadi memori jangka panjang. Menurutnya, sangat penting untuk memperkuat jejaring dan ekosistem pernaskahan agar ingatan kolektif ini tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional.
Ketujuh naskah yang mendapat rekomendasi tersebut telah dipilih melalui hasil konsinyasi dewan pakar Ikon yang diadakan pada 22-24 Agustus 2024. Di antara naskah yang direkomendasikan termasuk Pustaha Laklak Tambar ni Hulit dari Sumatera Utara, Lontar Sri Tanjung dari Banyuwangi, Jawa Timur, dan Lontara Attoriolong Bone yang berasal dari Sulawesi Selatan. Tak ketinggalan, Primbon Tengger dari Jawa Timur, Undang-Undang Simbur Cahaya dari Sumatera Selatan, Kidung Bwana Winasa Karya Ida Padanda Ngurah yang berasal dari Badung, Bali, serta Bo' Sangaji Kai dari Bima, Nusa Tenggara Barat.
Dalam upaya mendukung peningkatan kemampuan literasi, Perpusnas juga tengah mengembangkan program komik untuk anak-anak. Program ini didasarkan pada kisah-kisah yang diambil dari naskah-naskah kuno Nusantara. Aminudin menambahkan, "Kami telah memulai tahun ini dengan merancang buku-buku dalam bentuk bacaan komik. Terdapat 120 judul, dan kami mengajak tim di Perpusnas untuk berkreasi dalam membuat komik berdasarkan naskah kuno yang telah ada selama ini. Kami menggali kembali cerita-cerita ini dan menyajikannya dengan cara yang menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak."
Aminudin juga menegaskan komitmen Perpusnas untuk menjadi pusat atau hub pernaskahan nusantara yang akan menghimpun berbagai naskah dari seluruh Indonesia dan menampung aspirasi dari berbagai komunitas. "Kami ingin menjadi pusat data nusantara, di mana seluruh naskah akan terkumpul di sini dan menjadi fokus perhatian semua orang. Kami akan menghimpun naskah-naskah yang ada, baik yang dimiliki individu maupun lembaga, dan ini adalah cita-cita besar kami," ujarnya.
ANTARA
Tujuh Naskah Kuno Ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Komentar (0)
Memuat komentar…







