**Borneonews - Jakarta**, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) untuk menjaga sikap netral dalam menghadapi Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada tahun 2024. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pemilihan umum dapat berlangsung dengan bersih dan bebas dari pengaruh politik.
Dalam pernyataannya, Tito menegaskan, "Hati-hati, jangan sampai nanti PKK dibawa ikut dalam politik praktis." Pernyataan ini disampaikan saat pelantikan Pj. Ketua TP PKK serta Pj. Ketua Pembina Posyandu Provinsi Aceh, Safriati Safrizal, dan Dya Sugito yang dilantik untuk Provinsi Kepulauan Babel.
Dia mengingatkan agar pengurus TP PKK tidak terjebak dalam politik praktis atau terlibat dalam upaya memenangkan pasangan calon tertentu. Keterlibatan semacam itu, menurutnya, dapat merusak citra organisasi PKK. Oleh karena itu, dia mendorong pengurus untuk tetap fokus pada sepuluh program pokok PKK yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
"Tentunya image Ibu sebagai istri Pj. gubernur harus tetap netral. Kami juga perlu mengingat bahwa mereka yang menjabat, seperti Pak Safrizal dan Pak Sugito, bukan adalah kader dari partai politik, melainkan birokrat yang harus menjunjung tinggi netralitas," ungkap Tito.
Lebih jauh, Menteri Dalam Negeri meminta pengurus TP PKK untuk lebih aktif melakukan kegiatan di daerah masing-masing agar keberadaan organisasi ini semakin dirasakan oleh masyarakat. Sebagai contoh, Ketua TP PKK Provinsi diharapkan dapat mengadakan pertemuan rutin untuk membahas program-program pokok PKK yang perlu dilaksanakan.
"Saya sarankan untuk mengadakan rapat setidaknya sekali atau dua kali dalam periode jabatan, terutama di awal masa tugas. Hal ini penting untuk membangun komunikasi dan keterhubungan antara daerah," ujar Tito.
Dia percaya bahwa pengalaman yang dimiliki oleh Safriati Safrizal dan Dya Sugito dalam bidang pemerintahan bisa menjadi aset yang berharga dalam memimpin PKK. Efektivitas organisasi PKK, menurutnya, sangat tergantung pada kemampuan pemimpin di dalam menggerakkan anggotanya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan demikian, Tito berharap agar pengurus TP PKK dapat berkontribusi secara maksimal dalam membantu masyarakat. "Saya berharap Ibu dapat sepenuhnya mendukung suami, yang merupakan Pj. Gubernur, dengan mengaktifkan PKK sekaligus terus belajar dan menerapkan pengalaman yang ada untuk kebaikan," tandasnya.
ANTARA
Mendagri Ingatkan TP PKK Jaga Netralitas dalam Pilkada 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







