**Borneonews - Jakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan konsumsi data di level global menciptakan beragam peluang bagi pengembangan bisnis di sektor digital. Menurutnya, pertumbuhan ini membawa potensi untuk ekspansi bisnis pada pusat data dan analisis data.
Dalam sebuah diskusi yang membahas tantangan sekaligus peluang di bidang komunikasi dan informatika di Indonesia, Budi Arie menjelaskan bahwa pada tahun 2022 terdapat sekitar 3,4 juta peluang bisnis digital, yang diperkirakan akan meningkat menjadi 9,7 juta peluang pada tahun 2027.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh adanya *emerging technologies*, seperti *5G standalone* dan *5G advance*, yang menawarkan fitur seperti *network slicing* dan *ultra reliable low latency communication*. Teknologi ini diharapkan dapat mempercepat koneksi internet serta memperluas cakupan dan fleksibilitas jaringan secara signifikan.
Lebih jauh, Budi Arie menilai *artificial intelligence* (AI) akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dalam pemasaran dan efisiensi dalam pengelolaan serta manajemen jaringan. Ia merujuk data dari EMR Claight yang menunjukkan bahwa adopsi teknologi AI diprediksi akan mendorong potensi nilai pasar di bidang *digital marketing* mencapai 1,1 triliun dolar AS pada tahun 2032.
Namun, di balik peluang yang ada, terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan. Salah satunya adalah adanya kesenjangan dalam akses internet global, di mana sekitar 3,4 miliar orang di seluruh dunia masih belum dapat mengakses internet. Ironisnya, dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen berada di daerah yang sudah terjangkau layanan jaringan seluler (*mobile broadband*).
Menteri Budi Arie juga menyoroti beberapa tantangan dalam penyebaran akses internet cepat 5G, seperti tingginya biaya infrastruktur, regulasi yang menghambat, dan harga perangkat yang masih cukup mahal. Selain itu, keamanan siber menjadi perhatian utama, dengan potensi ancaman seperti kebocoran data yang dapat membahayakan industri telekomunikasi secara global.
"Isu *cyber security* sangatlah penting, karena terkait dengan pengelolaan data dan informasi lainnya," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa infrastruktur adalah fondasi bagi pembangunan baik di sektor telekomunikasi maupun teknologi digital. Menurutnya, adanya infrastruktur digital yang kuat merupakan kunci untuk mewujudkan pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital yang lebih terintegrasi.
Budi Arie juga mencatat bahwa kekurangan talenta digital saat ini menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan upaya percepatan dan terobosan agar tidak terjadi kesenjangan besar dalam penguasaan keterampilan digital di masa mendatang.
ANTARA
Peluang Bisnis Digital Tumbuh Pesat, Tantangan untuk 5G dan AI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







