BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat telah mencapai kesepakatan mengenai pendapatan asli daerah (PAD) untuk Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. Nilai PAD yang disetujui mencapai sebesar Rp2,4 triliun. Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Dalam penjelasannya, Penjabat Sekretaris Daerah Kepulauan Babel, Fery Afriyanto, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi di Kepulauan Babel telah mengalami penurunan pada pertengahan tahun ini. Hal ini berdampak terhadap struktur rancangan APBD 2024 yang diusulkan. Penjabat Sekda tersebut menyampaikan informasi ini usai Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan yang berlangsung di Pangkalpinang, pada hari Jumat. Fery mencatat bahwa dalam sidang paripurna tersebut, postur anggaran yang telah disepakati meliputi pendapatan sebesar Rp2.413.882.089.968, belanja sebesar Rp2.608.532.687.238, serta pembiayaan dengan total Rp194.650.597.270. Ia juga mengekspresikan penghargaan dan terima kasihnya kepada para anggota dewan yang telah menyetujui rancangan peraturan daerah (raperda) terkait. Lebih lanjut, Fery menegaskan bahwa semua catatan, usulan, saran, dan masukan yang diajukan oleh berbagai fraksi di DPRD Kabupaten Babel akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Ia menginginkan agar semua pemangku kepentingan dapat melakukan pengawasan dengan baik terhadap pelaksanaan perubahan APBD ini, sesuai dengan kewenangan yang ada, sehingga program-program yang direncanakan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia juga menekankan bahwa raperda mengenai Perubahan APBD adalah bagian dari proses penyusunan anggaran daerah, yang sebelumnya telah melalui serangkaian pembahasan bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD. "Keputusan untuk menyetujui raperda ini merupakan langkah positif, dan kami berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mendukung serta berkolaborasi dalam merealisasikan potensi pendapatan daerah yang telah ditetapkan," tambahnya. ANTARA