**Borneonews - Bangkalan**, Pemerintah Kabupaten Bangkalan di Jawa Timur mencatat keberhasilan signifikan dalam menurunkan angka stunting melalui penerapan pola penanganan yang terintegrasi dan efektif.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan, Sudiyo, menyampaikan bahwa upaya ini tidak hanya bersifat terpadu tetapi juga terfokus. Dalam penanganan stunting, pihaknya melibatkan dokter spesialis yang ditugaskan dalam jangka waktu tertentu untuk membantu mengatasi masalah ini.
Sudiyo mengungkapkan bahwa mereka melibatkan tiga dokter spesialis, yaitu dokter spesialis anak, psikolog, dan ahli gizi. Ketiga profesional ini dikerahkan ke desa-desa yang mengalami kasus stunting tinggi selama lebih dari dua bulan. Sebagai hasil dari intervensi ini, terjadi penurunan angka stunting yang sangat signifikan di desa-desa tersebut.
Kinerja tim medis tidak hanya berhenti di satu lokasi saja, melainkan dilanjutkan dengan menjangkau desa-desa lain yang juga teridentifikasi memiliki masalah serupa. Selain penanganan dari dokter, DKBP3A juga menggandeng tim pendamping yang terdiri dari kader posyandu setempat. Tim ini bertugas memberikan bimbingan dan edukasi kepada keluarga dalam hal kesehatan dan gizi.
Peran TNI dan Polri juga tak kalah penting dalam upaya menurunkan angka stunting di Bangkalan. Menurut Sudiyo, mereka memiliki jaringan yang luas hingga ke tingkat desa dan berfungsi sebagai Babinsa (Bintara Pembina Desa) serta Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Selama proses penanganan stunting, kedua institusi ini berkontribusi dengan memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai hidup sehat dan penanganan masalah stunting.
Setelah implementasi pola terpadu yang berhasil di salah satu desa, strategi ini kemudian diperluas ke desa lainnya. Secara keseluruhan, hasil upaya ini menunjukkan hasil yang mengesankan, di mana penurunan angka stunting di Kabupaten Bangkalan kini menjadi sangat signifikan. Dengan segala upaya yang dilakukan, Bangkalan kini masuk dalam lima besar daerah di Jawa Timur untuk penurunan stunting.
Sebagai pengakuan atas pencapaian tersebut, Pemkab Bangkalan baru-baru ini menerima penghargaan dari pemerintah pusat, yang diserahkan kepada Pj Bupati Bangkalan, Arief M. Edie. Angka stunting yang sebelumnya tercatat pada angka 60 persen berhasil diturunkan menjadi hanya 10 persen.
Sudiyo menekankan pentingnya untuk tetap mempertahankan upaya ini dan berharap dapat mencapai *zero stunting* di masa depan. Kunci keberhasilan program ini terletak pada keterlibatan semua pihak, termasuk kepala desa, camat, kader posyandu, serta puskesmas yang berperan penting dalam menangani masalah gizi.
Ia juga menekankan aspek pencegahan, di mana ibu hamil perlu mendapatkan perhatian lebih dalam hal gizi dan pemeriksaan kehamilan rutin. Setelah bayi lahir, penting untuk memberikan ASI, asupan gizi yang cukup, makanan tambahan, dan imunisasi dasar lengkap (IDL) untuk memastikan kesehatan dan pertumbuhan yang optimal.
ANTARA
Upaya Pemerintah Bangkalan Turunkan Stunting Melalui Kolaborasi Terpadu
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







