BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Polres Serang telah melaksanakan distribusi air bersih kepada warga di Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang yang terdampak oleh kekeringan. Keadaan ini telah menyulitkan masyarakat setempat untuk mendapatkan air bersih yang cukup. Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program Pergelaran Cepat Anggota Kepolisian (*PECAK*) yang dicanangkan oleh Kapolda Banten. Dalam kesempatan ini, Polres Serang menyalurkan sebanyak 15.000 liter air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. "Bantuan ini merupakan bagian dari kegiatan sosial yang selaras dengan program kerja Kapolda Banten. Selain itu, ini juga menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang tengah memerlukan akses air bersih," ujar Kapolres. Dia berharap bahwa penyaluran air bersih ini dapat memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan air sehari-hari. Sejalan dengan itu, Kapolres juga menambahkan bahwa distribusi air bersih ini merupakan hasil dari pemantauan dan deteksi yang dilakukan terhadap daerah-daerah yang kekurangan air bersih akibat dampak kemarau panjang. Kapolres meyakinkan bahwa program ini akan berlanjut ke depannya. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemetaan dan identifikasi lokasi-lokasi lain yang juga membutuhkan bantuan air bersih. "Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih, silakan melaporkan kepada petugas polsek atau Bhabinkamtibmas. Mereka akan meneruskan laporan tersebut kepada Kapolsek untuk langsung diarahkan ke Mapolres Serang. Kami siap mengirimkan bantuan ke tempat-tempat yang memerlukan," tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Martono, salah seorang warga setempat, menyampaikan rasa terima kasih kepada Polres Serang atas bantuan air bersih yang diberikan. Dia mengungkapkan kesulitan mendapat air bersih yang telah berlangsung selama dua pekan akibat kemarau. "Kami sangat berterima kasih kepada Polres atas bantuan air bersih ini. Sebelum adanya bantuan ini, saya harus membeli air, dan biasanya jumlahnya hanya cukup untuk kebutuhan selama dua hingga tiga hari saja," ungkapnya. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat mendapatkan akses air bersih yang lebih baik. ANTARA