JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Perum Bulog mengoptimalkan Program Rumah Pangan Kita (RPK) untuk menjaga kestabilan stok dan harga beras, terutama di tengah tantangan penurunan produksi yang diprediksi akan berlanjut hingga awal tahun 2025. Dalam sebuah diskusi media yang berlangsung di Jakarta, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, menjelaskan bahwa saat ini jumlah RPK telah mencapai sekitar 21.384 unit yang tersebar di berbagai daerah. RPK merupakan warung, kios, dan lapak milik masyarakat yang berkolaborasi dengan Bulog untuk menyediakan pangan. Bayu menekankan bahwa jumlah RPK ini kini setara dengan jumlah ritel modern yang selama ini menjadi tumpuan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Keberadaan jaringan ritel yang dikelola oleh Bulog ini dianggap sangat vital dalam upaya menjaga kestabilan harga pangan di tingkat konsumen. RPK juga berfungsi sebagai saluran bagi Bulog untuk menjual produk-produk mereka langsung kepada konsumen melalui toko-toko kecil. Menurut Bayu, “RPK menjadi instrumen operasional bagi Bulog untuk menjaga stabilitas pangan.” Bergabung dengan program ini, Bulog telah menyalurkan hampir 300.000 ton beras kepada konsumen melalui RPK. Dari angka tersebut, 253.293 ton merupakan beras untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), sementara 42.675 ton adalah beras komersial. Bayu juga menyampaikan bahwa setiap RPK rata-rata menghasilkan omzet antara Rp10 juta hingga Rp50 juta per bulan. Dari total omzet tersebut, sekitar 28,6 persen berasal dari penjualan produk-produk Bulog. Ia memperkirakan potensi penjualan keseluruhan RPK bisa mencapai antara Rp11,5 triliun hingga Rp12 triliun per tahun. Namun, pertumbuhan RPK saat ini masih tergolong rendah, hanya 3 hingga 4 persen per tahun. “Kami tengah berupaya memastikan bahwa kerja sama dengan Bulog dapat mempercepat pertumbuhan ini,” imbuhnya. Sebagai langkah untuk mendukung kemajuan RPK, Bulog telah meluncurkan aplikasi *MyRPK*. Aplikasi ini memungkinkan RPK untuk melakukan pemesanan dan penjualan produk melalui ponsel, sekaligus menyusun laporan keuangan dengan cara yang lebih terstruktur dan modern. Aplikasi *MyRPK* sekarang sedang dalam tahap pra-peluncuran untuk uji coba di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Diharapkan aplikasi ini dapat dioperasikan sepenuhnya pada tahun depan, sehingga mempermudah Bulog dalam menjaga keseimbangan stok dan harga pangan. ANTARA