JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Saiful Rahmat Dasuki, mengajak semua pihak untuk mengembangkan langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan manfaat dari dana wakaf di tanah air. Ia mengemukakan pentingnya pemanfaatan wakaf yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pendorong ekonomi bagi umat. Dalam sambutan pada acara Malam Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) Badan Wakaf Indonesia (BWI) ke-17, Saiful menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memaksimalkan manfaat wakaf, terutama mengingat jumlah populasi Muslim yang signifikan. Menurutnya, pemanfaatan dana wakaf dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Saiful mengungkapkan, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai angka Rp180 triliun yang perlu terus digali dan dioptimalkan. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan dari dana tersebut bisa lebih luas dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia. Ia juga menyarankan agar lebih dari 100 juta orang kelas menengah di Indonesia didorong untuk berkontribusi dalam program wakaf. Aksi ini tidak hanya fisik dalam konteks kecerdasan spiritual, tetapi juga untuk menciptakan kesalehan sosial, di mana individu yang lebih beruntung dapat membantu mereka yang kurang beruntung. Dalam pandangannya, hubungan antara orang kaya dan orang miskin perlu dikelola dengan baik agar tercipta keseimbangan. Dengan memanfaatkan potensi wakaf yang ada, diharapkan program-program strategis nasional seperti pengentasan kemiskinan dan penanggulangan stunting dapat terwujud. Kamaruddin Amin, selaku Ketua BWI, mempertegas pernyataan Saiful dengan menambahkan bahwa wakaf seharusnya dianggap lebih dari sekadar praktik ibadah. Ia menekankan bahwa wakaf dapat menjadi alat untuk meningkatkan kondisi sosioekonomi masyarakat serta mengurangi ketimpangan sosial yang ada. Kamaruddin mengajak semua pihak untuk membayangkan dampak besar yang dapat ditimbulkan jika seratus juta anggota kelas menengah di Indonesia berwakaf setidaknya Rp20.000,- per tahun. Dengan langkah-langkah ini, potensi wakaf bisa menjadi sangat besar dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. ANTARA