**Borneonews - Gorontalo**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil langkah penting dengan membentuk tim siaga bencana banjir di Provinsi Gorontalo. Ini bertujuan untuk memperkuat respons masyarakat terhadap ancaman banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Direktur Peringatan Dini BNPB, Afrial Rosya, menjelaskan bahwa tim yang dibentuk terdiri dari para penduduk desa serta fasilitator daerah yang mencakup personel reaksi cepat dan Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) di tiap kabupaten dan kota di Gorontalo.
Setiap desa dipercaya untuk menyiapkan 30 anggota dalam tim siaga bencana. Beberapa desa yang sudah memiliki tim siap bekerja antara lain Desa Yosonegoro di Kabupaten Gorontalo, Dumbo Raya di Kota Gorontalo, serta sejumlah desa lainnya di Kabupaten Bone Bolango.
Tim siaga bencana ini memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat desa mengenai teknik kesiapsiagaan serta penyelamatan diri. Dengan pelatihan ini, diharapkan penduduk dapat lebih siap ketika menghadapi risiko banjir, terutama pada saat musim hujan yang meningkat.
Di samping itu, BNPB juga berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan alat peringatan dini (*early warning system/EWS*) yang telah dipasang sebelumnya di setiap wilayah. Afrial menegaskan bahwa alat-alat peringatan dini tersebut dilengkapi dengan sirene serta pengendali yang dapat diaktifkan secara manual oleh tim siaga bencana hasil kolaborasi dengan BPBD di Gorontalo.
Gorontalo terkenal dengan frekuensi banjir yang tinggi, terutama setelah hujan deras. BNPB mencatat bahwa tahun ini, terjadi sekitar tiga kejadian banjir setiap bulannya di provinsi ini. Terbaru, banjir dengan kedalaman lebih dari 80 centimeter telah merendam puluhan rumah di tiga kecamatan, yaitu Bone, Bonepantai, dan Suwawa Selatan tepatnya pada tanggal 26 Agustus.
Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, terdapat catatan mengkhawatirkan dengan empat korban meninggal dunia akibat banjir yang terindikasi terpapar leptospirosis, penyakit bakteri yang dapat menyebar melalui air seni hewan terinfeksi.
Afrial menekankan pentingnya semua inisiatif ini agar informasi terkait bahaya banjir dapat disampaikan secara cepat kepada masyarakat, sehingga dampak bencana dapat diminimalkan seawal mungkin. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi kerugian baik dari segi harta benda maupun korban jiwa di masa depan.
ANTARA
BNPB Bentuk Tim Siaga Bencana untuk Atasi Banjir di Gorontalo
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







