BOGOR –
**Borneonews - Sukabumi**, Polisi di Polres Sukabumi baru-baru ini mengungkap motif di balik penganiayaan yang berujung pada kematian seorang pelajar di SMPN 1 Cicurug. Dua pelaku, yang masih terdaftar sebagai siswa di sebuah madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Cicurug, diduga melakukan tindakan brutal tersebut pada Rabu, 28 Agustus. Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menjelaskan bahwa setelah melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku berinisial SM (16) dan BM (15), serta mendalami keterangan dari sejumlah saksi, pihaknya menemukan bahwa tindakan penganiayaan ini terjadi karena adanya perasaan dendam dan solidaritas terhadap salah satu teman pelaku. Korban, yang bernama MG (15), menjadi sasaran karena menurut para pelaku, sebelumnya ada seorang teman mereka yang mengaku ditendang oleh seorang pelajar dari SMPN 1 Cicurug. Dalam upaya balas dendam tersebut, SM dan BM berkolaborasi dengan sejumlah rekannya untuk melakukan tindakan kekerasan secara acak terhadap para pelajar dari sekolah yang sama. Pada saat insiden terjadi, MG dan lima temannya sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah dengan berjalan kaki. Saat berpapasan dengan kelompok pelaku yang lebih banyak, mereka merasa terancam dan segera mencoba melarikan diri. Namun, MG yang dikejar oleh kedua pelaku pada sepeda motor mengalami kecelakaan dan jatuh di Kampung Ciutara, RT 01/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug. Ketika korban berusaha untuk bangkit, SM muncul dan menyerangnya dengan menggunakan sebuah celurit. Dia membacokkan senjata tajam tersebut ke punggung dan pinggang MG, menyebabkan luka yang serius serta pendarahan yang hebat. BM, yang hanya menunggu di sepeda motor, tidak berpartisipasi dalam aksi tersebut. Setelah melakukan tindakan brutal, kedua pelaku segera melarikan diri. Sementara itu, MG tergeletak di jalan dalam keadaan kritis dan segera dievakuasi ke sebuah klinik terdekat. Namun, mengingat kondisi luka yang sangat parah, ia dirujuk ke RS Betha Medicare Cicurug dan dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebagai respons terhadap laporan kejadian ini, tim dari Polsek Cicurug dengan cepat melakukan pengejaran dan berhasil menangkap kedua tersangka dalam waktu kurang dari delapan jam di wilayah yang sama. Menurut hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Keramat Jati, Jakarta, korban mengalami luka sabetan yang cukup dalam di pinggang kiri dan punggung, yang berakibat pada pendarahan yang fatal. Kapolres Samian juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama memberikan perlindungan bagi para pelajar guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Ia mengajak media untuk terus aktif memberikan informasi dan edukasi terkait pencegahan kekerasan di kalangan pelajar serta kenakalan remaja yang menjadi tantangan saat ini. ANTARA