JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menekankan pentingnya partisipasi DPR dalam upaya menciptakan perdamaian serta menangani krisis kemanusiaan yang melanda Sudan akibat konflik bersenjata. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali, yang dilaksanakan di Gedung MPR/DPR/DPD RI. Dalam pertemuan tersebut, HNW menegaskan bahwa DPR RI memiliki peran strategis dalam mendukung program-program darurat untuk Sudan, terutama berkaitan dengan sektor kesehatan dan ketahanan pangan yang mengalami kemunduran parah di hampir seluruh wilayah negara tersebut. Ia mengungkapkan harapannya agar pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengambil langkah proaktif sesuai dengan konstitusi untuk berkontribusi pada penghentian konflik dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Sudan lewat berbagai forum internasional. Lebih lanjut, HNW mengungkapkan bahwa kejahatan HAM yang terjadi di Sudan sangat serius dan mirip dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Israel di Palestina. Ia mendorong Kementerian Luar Negeri RI untuk berperan aktif dalam mendukung Sudan di tingkat internasional, termasuk dalam Sidang Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB. Ia juga menekankan bahwa organisasi-organisasi seperti OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan Liga Arab seharusnya ikut ambil bagian dalam upaya menyelamatkan negara dan warga Sudan. Dalam konteks ini, HNW menunjukkan simpatinya terhadap rakyat Sudan yang kini berada dalam kondisi kemanusiaan yang sangat berat. Ia mengingatkan bahwa sudah selayaknya Indonesia memperkokoh komitmennya untuk mendukung kedaulatan Sudan melalui kehadiran perdamaian dan penghapusan pelanggaran HAM. Dia juga mengkhawatirkan bahwa situasi di Sudan saat ini berpotensi mengarah pada pembersihan etnis dan perubahan demografi, di mana ribuan orang terdorong datang dari luar untuk mengambil alih aset warga Sudan. HNW menilai bahwa konflik ini dirancang untuk meruntuhkan kedaulatan dan eksistensi negara Sudan, yang tampaknya menguntungkan kepentingan negara-kolonialis. Sehubungan dengan hal ini, tragedi yang menerpa Sudan seharusnya menjadi agenda darurat di Kementerian Luar Negeri, sama seperti perhatian yang diberikan kepada masalah Palestina. HNW menekankan bahwa Indonesia secara konsisten mendukung Palestina, berdasarkan amanat konstitusi untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan dan untuk menciptakan ketertiban dunia. Kedua negara, Sudan dan Indonesia, telah menjalin hubungan baik, dan HNW menyerukan agar Indonesia mengalokasikan perhatian serius bagi Sudan untuk mengakhiri pelanggaran HAM yang terjadi di sana. Duta Besar Yassir Mohamed Ali, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan rasa syukurnya dan apresiasi kepada Indonesia atas berbagai kontribusi yang diberikan dalam mendukung Sudan, mulai dari diplomasi hingga aspek kemasyarakatan. Ia mencatat kegiatan Dubes RI untuk Sudan, Sunarko, yang aktif dalam meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara, serta sangat menghargai upaya pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menjaga kerjasama strategis dan persahabatan dengan Sudan. ANTARA