JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Timur**, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur aktif melakukan kampanye mengenai pentingnya menggemari konsumsi ikan melalui gerakan yang dikenal dengan nama *Gemarikan*. Kampanye ini secara khusus ditargetkan kepada siswa-siswi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 Kramat Jati, Jakarta Timur, dan dilaksanakan pada hari Jumat. Inisiatif ini diprakarsai oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur sebagai upaya untuk menanggulangi masalah stunting yang cukup mendesak di wilayah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 597 siswa yang bersekolah di SDN 07 Kramat Jati. Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar, menyampaikan apresiasinya terhadap sosialisasi yang dilakukan di sekolah tersebut. Dia menjelaskan bahwa pentingnya anak-anak mengenal ikan sebagai sumber protein dan omega-3 yang berkualitas tinggi perlu dimulai sejak usia dini. Hal ini diharapkan dapat menciptakan budaya positif dalam pola makan mereka. "Pembentukan kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini adalah langkah yang strategis, terutama dalam upaya mengatasi stunting di Jakarta Timur," ungkap Anwar. Ia juga menegaskan bahwa jika anak-anak sudah dibiasakan, mereka akan mengembangkan kecintaan yang mendalam terhadap ikan dan meningkatkan ketahanan pangan di masa depan. Anwar menekankan peran orang tua dalam mendukung kebiasaan baik ini. "Saya mengajak para orang tua untuk tidak hanya memberikan anak-anak mereka makanan cepat saji. Sebaiknya, masak ikan dengan beragam cara agar mereka terbiasa dan menjadikannya sebagai menu harian," ujarnya. Sementara itu, Ari Setianingsih, Kepala Sekolah SDN 07 Kramat Jati, berharap bahwa kegiatan tersebut dapat memotivasi siswa untuk menyukai konsumsi ikan. Ia menekankan pentingnya makanan bergizi yang meliputi ikan, dengan rencana untuk rutin menyajikan olahan ikan baik di rumah maupun di sekolah. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan tidak hanya mengedukasi siswa tentang manfaat ikan, tetapi juga membentuk kebiasaan makan yang sehat yang diterapkan dari keluarga hingga ke lingkungan sekolah. ANTARA