BORNEONEWS, Gunung Mas - Saat ini sejumlah titik di ruas jalan penghubung Tumbang Miri ibu kota Kecamatan Kahayan Hulu Utara dengan Tumbang Napoi, ibu kota Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mengalami kerusakan cukup parah. Untuk itu pengerjaan ruas jalan itu harus terus genjot supaya transpotasi di jalan tersebut tidak terganggu.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Untung Jaya Bangas mengatakan, tahun ini telah ada anggaran Rp15 miliar untuk pengerjaan dan peningkatan kualitas jalan Tumbang-Miri Napoi. Terkait hal itu, pekerjaan harus cepat dilakukan guna menunjang kelancaran arus transportasi.

“Saat ini ada beberapa titik di Jalan Tumbang Miri-Tumbang Napoi yang rusak. Pihak yang melakukan pekerjaan jalan, harus memperhatikan hal tersebut dan mempercepat pekerjaan,” ujar Untung kepada Borneonews, di kantor DPRD Gumas, Rabu (13/7/2016) pagi.

Menurut Untung, ruang jalan penghubung Tumbang Miri-Tumbang Napoi merupakan jalaur transportasi yang mulai ramai dilalui oleh masyarakat. Selain sebagai penghubung ibu kota kecamatan, di ruas jalan tersebut juga ada beberapa desa. Sehingga masyarakat sangat mengandalkan ruas jalan penghubung itu untuk transportasi.

“Bila ada titik-titik yang rusak parah dan bisa mengganggu arus transportasi harus jadi perhatian serius,” ucap dia.

Pada kesempatan tersebut, anggota Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur itu meminta kepada Dinas Pekerjan Umum (PU) supaya terus melakukan pengawasan pekerjaan di ruas jalan Tumbang Miri-Tumbang Napoi. Ini agar kualitas pekerjaan lebih baik, sehingga berdampak positif untuk masyarakat.

“Kita harapkan dengan anggaran yang ada, kualitas jalan penghubung Tumbang Miri-Tumbang Napoi bisa lebih baik lagi,” cetus politisi Partai Demokrat itu.

Untung melanjutkan, selain ruas penghubung Tumbang Miri-Tumbang Napoi. Pekerjaan yang juga harus digenjot dengan cepat adalah penghubung Tumbang Miri-Tumbang Mariokoi ibu kota Kecamatan Damang Batu. Mengingat dana untuk pekerjan ruas jalan tersebut telah dianggarkan oleh Pemkab Gumas sebesar Rp20 miliar.

“Pekerjaan harus cepat dilakukan supaya transportasi masyarakat semakin lancar dan tidak terkendala. Selain itu, harus pula diperhatikan jalan penghubung ke wilayah Desa Tumbang Masukih, Kecamatan Miri Manasa,” pungkasnya. (EPRA SENTOSA/m)