JAKARTA –
**Borneonews - Tel Aviv**, Israel dan gerakan Palestina yang dikenal sebagai Hamas telah mencapai sejumlah kemajuan dalam pembicaraan yang melibatkan mediator mengenai pertukaran sandera. Proses negosiasi ini bertujuan untuk membebaskan sandera Israel yang ditahan di Jalur Gaza dengan imbalan pertukaran sejumlah tahanan Palestina. Meskipun ada kemajuan dalam hal ini, kedua pihak belum berhasil sepakat mengenai gencatan senjata yang diharapkan dapat mengakhiri ketegangan di wilayah tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh portal berita Walla yang mengutip pejabat Israel serta sumber dari Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya. Beberapa hari lalu, Israel telah menyerahkan daftar nama sandera yang akan dibebaskan dalam tahap awal dari kesepakatan. Sebagai langkah balasan, Hamas juga memberikan daftar nama tahanan yang mereka tuntut untuk dibebaskan, sebagaimana diungkapkan dalam laporan tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, pembicaraan telah difokuskan pada rincian pertukaran dengan bantuan mediasi yang melibatkan Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar. Lokasi pertemuan untuk negosiasi ini diadakan baik di Kairo maupun Doha. Pejabat tinggi Israel menjelaskan bahwa Washington, bersamaan dengan mitra dari Mesir dan Qatar, berupaya memastikan agar kedua belah pihak, yaitu Israel dan Hamas, dapat menyepakati sebanyak mungkin rincian. Dengan memasukkan ide-ide dari pihak-pihak tersebut, mereka berharap dapat menyusun kesepakatan paket yang komprehensif. Pendekatan semacam ini diharapkan bisa menjadi kunci untuk meyakinkan para pemimpin Hamas serta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar bersedia berkompromi pada beberapa isu krusial yang hingga kini menjadi perdebatan. Isu-isu yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut meliputi kontrol terhadap koridor pusat di Jalur Gaza, wilayah koridor Philadelphi di sepanjang perbatasan Palestina dan Mesir, penarikan pasukan Israel, tercapainya gencatan senjata jangka panjang, serta pembentukan pemerintahan masa depan di Gaza. Meskipun pembicaraan mengenai gencatan senjata tersebut berlangsung, seorang sumber dari Hamas menyatakan bahwa saat ini belum ada informasi terbaru yang menunjukkan kemajuan substansial dalam negosiasi. Penasihat Perdana Menteri Netanyahu juga mengkonfirmasi hal ini dengan menyatakan kondisi serupa kepada media. Putaran baru dalam pembicaraan terkait kesepakatan antara Israel dan Hamas berlangsung awal bulan Agustus di Kairo, yang melibatkan kehadiran Direktur CIA, William Burns, serta Perdana Menteri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, bersama dengan para pejabat tinggi dari Israel dan Mesir. Sayangnya, negosiasi tersebut berakhir tanpa adanya kesepakatan yang tercapai, disebabkan oleh ketidakcocokan antara usulan yang diajukan mediator dengan keinginan kedua pihak, demikian dikutip dari sumber yang berasal dari kalangan keamanan Mesir. Selain itu, keberadaan militer Israel yang terus berlanjut di koridor Philadelphia tetap menjadi isu keamanan utama yang menjadi perhatian Israel. Observasi dari Wall Street Journal menyoroti bahwa Israel berencana membangun tembok di sepanjang koridor tersebut, dengan tujuan utama mencegah Hamas dari menggali terowongan yang mungkin digunakan untuk kepentingan militernya. ANTARA