BORNEONEWS, Kasongan - Sebanyak 13 kontingen kecamatan bersaing menyabet gelar juara umum Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) V tingkat Kabupaten Katingan. Hal itu setelah Pesparawi secara resmi dibuka oleh Bupati Katingan Ahmad Yantenglie di Gereja Imanuel Tumbang Manggo, Kecamatan Sanaman Mantikei, Selasa (12/7/2016) malam.
Dalam sambutannya, Yantenglie mengapresiasi dan menyambut gembira atas pelaksanaan Pesparawi. Sebab, kegiatan keagamaan umat Nasrani tersebut besar maknanya dalam pengembangan pembangunan daerah.
"Pesparawi sinergis untuk mencapai visi katingan cerdas, karena sesuai tema kegiatan dalam setiap langkah pelaksanaan yang kita lakukan harus berdasarkan roh akal dan budi yang sejalan dengan mewujudkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual," ujar Yantenglie.
Dia mengaku, peran umat Nasrani dalam mengisi pembangunan daerah dan dalam birokrasi cukup besar sumbangsihnya. Meskipun secara persentase jumlah umat Nasrani berada pada peringkat tiga di Bumi Penyang Hinje Simpei.
"Melalui kegiatan ini semoga nanti menciptakan masyarakat Katingan memiliki kecerdasan spiritual tinggi seklaigus kesehatan rohani yang baik, sehingga memberikan kecerdasan emosional dan intelektual," imbuhnya.
Memang, sambungnya, dalam kehidupan selalu terdapat perbedaan suku, agama maupun hal lainnya. Akan tetapi jangan salah memaknai perbedaan dan harus mengutamakan toleransi antar umat beragama.
"Perbedaan itu untuk saling mengenal. Jangan perbedaan untuk permusuhan dan pertikaian. Jangan alergi dengan sebuah perbedaan," tutupnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pesparawi ke V Krisolit Elbaar menyebutkan, peserta Pesparawi tahun ini diikuti seluruh kecamatan dengan memperlombakan sebanyak 10 cabang kategori lomba yang dinilai oleh lima juri. Peserta ditampung di rumah-rumah penduduk Desa Tumbang Manggo yang bertujuan untuk saling berinteraksi dan memperkuat tali persaudaraan.
"Output dari kegiatan ini adalah untuk memilih dan mempersiapkan kontingen katingan untuk mengikuti kegiata Pesparawi tingkat provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Lamandau pada 2017," kata Krisolit.
Kepala Dinas Kehutanan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak atas bantuan, saran dan pendanaan sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan baik.
"Adapun ornamen hijau yang menghiasi tempat pelaksanaan kegiatan ini dikaitkan dengan program pemerintah daerah mewujudkan Konservasi Katingan untuk Borneo," pungkasnya. (HAIRUL SALEH/m)








